0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Nilai Tukar Rupiah Jauhi Target APBN

Menkeu Sri Mulyani saat berada di pasar Telukan, Grogol, Sukoharjo (foto: Putra Kurniawan)

Sukoharjo – Menteri Keuangan menyebutkan, faktor utama melemahnya nilai tukar rupiah disebabkan oleh kebijakan kebijakan ekonomi pemerintah dan bank sentral AS. Hal ini seiring dengan perbaikan data ketenagakerjaan dan inflasi di Negeri Paman Sam tersebut.

“Di USA sedang dilakukan perbaikan data ketenagakerjaan dan juga adanya inflasi sehingga mempengeruhi nilai tukar ruapiah terhadap USD. Namun kita sudah menyiapkan langkah-langkah strategis,” kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani, Sabtu (26/5).

Pemerintah berkomitmen menjaga bersama Bank Indonesia, menjaga stabilitas ekonomi dan menjaga mata uang Rupiah. Dan beberapa strategi sudah dilakukan oleh Bank Indonesia untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah, diantaranya dengan menaikkan suku bunga.

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) masih bergerak fluktuatif di level Rp 14.100 pada perdagangan sepekan terakhir. Hal ini menyebabkan nilai tukar Rupiah terus bergeser menjauh dari target pemerintah dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar Rp 13.400 per USD.

” Dari pihak Bank Indonesia telah melakukan sejumlah langkah, seperti melakukan kenaikan suku bunga kemarin. Dan dari pemerintah akan menjaga disiplin APBN, menjaga agar seluruh ekonomi berjalan dengan risiko yang makin kecil,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge