0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

H-8, Kendaraan Berat Tak Boleh Beroperasi di Jalur Mudik

Ilustrasi mudik lebaran (wikipedia)

Timlo.net — Truk angkutan barang akan dilarang melintasi jalur mudik dan balik pada H-8 hingga H+8 Lebaran 2018 berdasarkan intruksi Menteri Perhubungan.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel Nelson Firdaus di Palembang, Jumat, mengatakan, pemerintah saat ini gencar menyosialisasikan peraturan baru ini ke pengusaha dan pengemudi angkutan barang di Sumsel.

“Sosialisasi ini baik melalui media massa, terminal, timbangan, dan posko mudik,” kata dia.

Ia mengatakan untuk menjalankan peraturan itu, pemerintah provinsi akan menempatkan petugas untuk mengawasi dan menindak jika ada kendaraan yang kedapatan melintas atau memutar balik.

Nelson mengatakan, akan ada sanksi tilang apabila pengemudi ataupun pengusah masih melanggar aturan ini.

Meski akan ketat memberlakukan aturan ini, pemprov tetap memperbolehkan kendaraan yang mengangkut sembako atau hewan untuk melintas. Hal ini terkait kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran.

Sementara itu, Kepala Pelabuhan Tanjung Api-Api Gunawan mengatakan, untuk angkutan barang pada H-10 tidak diperbolehkan melintas dan melakukan penyeberangan baik ke Tanjung Kalian atau menuju ke Tanjung Api-Api.

“Hanya angkutan bahan pokok dan hewan tetap boleh menyeberang,” ucapnya.

Ia menjelaskan, terdapat delapan unit kapal motor penumpang yang akan disiapkan untuk penyeberangan Tanjung Api-Api ke Tanjung Kalian dan sebaliknya.

Diantaranya KMP Manumbing Raya dan Kuala Bate dari ASDP, KMP Dharma Kartika, KMP Dharma Sentosa, KMP Adhi Swadharma dan Jembatan Musi, KMP Satya Kencana, dan KMP Mutiara Pertiwi.

“Kami mempersiapkan armada ini untuk penumpang, karena menjelang Lebaran atau setelah Lebaran, kami prediksi akan terjadi peningkatan jumlah pengguna hingga 10 persen,” kata dia.

Sumber : Antara

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge