0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Jika Facebook Ditutup, Ini yang Akan Terjadi

Wakil Bendahara Umum DPP-PKS, Abdul Kharis Almasyhari (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Sikap tegas anggota DPR-RI dalam menindak Media Social (Medsos) Facebook justru mendapat tentangan dari masyarakat. Padahal, pihak Facebook telah mengakui bahwa mereka mengalami kebocoran data dan rawan disalahgunakan.

“Kita bisa saja melakukan penutupan Facebook di Indonesia. Tapi masalahnya apa, justru penolakan dari masyarakat Indonesia sendiri. Padahal jelas, mereka tidak professional dengan membocorkan jutaan data pribadi milik masyarakat Indonesia,” terang Ketua Komisi I DPR-RI, Abdul Kharis Almasyhari, Kamis (24/5) petang.

Kharis mengungkapkan, pernah dirinya mendengar penolakan salah seorang warga Purwodadi, Jawa Tengah. Dia mengancam, akan berjalan telanjang dari Purwodadi menuju Senayan untuk melakukan protes jika Facebook ditutup.

“Bayangkan, sampai seperti itu. Padahal, banyak pelanggaran yang dilakukan Facebook mulai dari tidak melakukan pembayaran pajak hingga penyalahgunaan data pelanggannya,” kata Kharis.

Pihaknya yakin, jika suatu ketika Facebook di Indonesia benar-benar ditutup maka akan menyuburkan potensi developer media social tanah air. Mereka akan berlomba-lomba membuat media social dengan mengangkat kearifan local yang berkembang di Indonesia. Sedangkan, sisi positif dari pemerintah tidak perlu khawatir terkait kebocoran data privasi yang dimiliki oleh masyarakat selama masih dikelola oleh anak bangsa.

“Jika di China mereka menerapkan proteksi sangat ketat terhadap penggunaan media sosial. Kenapa di Indonesia tidak?,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge