0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Hidup Tiga Hari, Anak Sapi Berkepala Dua Akhirnya Mati

(timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Anak sapi berkepala dua milik Saidno (36) warga Dusun Sidowayah Kulon RT 2/RW 5 Desa Ngandong Kecamatan Eromoko ini tak berumur panjang. Anak sapi nyleneh yang lahir Minggu (20/5) itu akhirnya mati pada Selasa (22/5) sore. Diduga penyebab kematian hewan itu lantaran ada kelainan pada saluran pencernaan.

“Penyebabnya mungkin karena adanya kelainan saluran pencernaan, dimana dari mulut sampai perut tidak tersambung. Sehingga ketika diberi susu dari salah satu mulutnya, akan keluar lagi dari mulut lainnya. Jadi, susunya tidak bisa masuk ke perut,” terang Kepala Desa Ngandong Eko Supriyanto, Rabu (23/5).

Dia menyebut, anak sapi berkepala dua itu mati sekitar pukul 15.30. Selanjutnya, hewan ternak tersebut langsung dikubur oleh Saidno (36) pemiliknya.

“Anak sapi dengan kelainan genetik tersebut kesehatannya telah diperiksa oleh mantri kesehatan ternak Kecamatan Eromoko. Katanya, anak sapi itu punya banyak sekali kelainan, sehingga tidak bisa bertahan hidup,” ujarnya.

Seperti diketahui, anak sapi itu memiliki sejumlah keanehan, seperti mempunyai empat mata, empat lubang hidung, dan dua mulut. Namun, dua mata di bagian tengah hampir menyatu karena kedua kepalanya tidak terpisah sempurna. Induk sapi sebelumnya telah lima kali beranak. Induk sapi itu kemudian menjalani kawin suntik tanggal 17 Agustus 2017 lalu.

Setelah lahir, anak sapi tersebut terpaksa disusui dengan susu formula. Pasalnya, anak sapi belum bisa berdiri tegak untuk menyusu pada induknya. Hal itu karena bobot kepalanya terlalu berat sehingga anak sapi kesulitan berdiri.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge