0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Shelter Pengungsian Merapi Ini Jadi Kantor Kecamatan Sementara

Shelter pengungsian Merapi di Desa Demak Ijo, Karangnongko, Klaten (dok.timlo.net/awijaya)

Klaten — Meningkatnya aktivitas Gunung Merapi dari status normal menjadi Waspada membuat Pemkab Klaten ancang-ancang mengaktifkan tiga shelter pengungsian. Tujuannya sebagai titik evakuasi warga di kawasan rawan bencana (KRB) III saat terjadi erupsi Merapi.

“Mulai shelter di Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan, shelter di Desa Menden, Kecamatan Kebonarum dan Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko, ketiganya sudah dalam kondisi siap,” kata Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Bambang Giyanto, Rabu (23/5).

Pengamatan Timlo.net, dari ketiga shelter pengungsian tersebut ternyata shelter di Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko justru digunakan sebagai kantor Kecamatan Karangnongko sementara. Pasalnya, bangunan Kantor Kecamatan Karangnongko yang lama akan dirobohkan dan dibangun awal Juli ini.

“Juni itu agendanya cukup padat. Dari libur bersama Lebaran sampai Pilgub Jateng. Karena shelter ini yang paling representatif, maka kantor kecamatan sementara pindah ke sini sejak 9 Mei lalu atau sebelum letusan freatik,” kata Camat Karangnongko, Jaka Supriyanta.

Namun mengingat kondisi Merapi terus mengalami peningkatan, sambung dia, esok pahi pihaknya segera boyongan dari shelter. Pelayanan kantor Kecamatan Karangnongko sementara akan dipindah di gedung serbaguna milik pemerintah Desa Demak Ijo yang terletak persis berdampingan shelter.

“Pak Sekda (Jaka Sawaldi) tadi menganjurkan agar segera boyongan mumpung status Merapi waspada. Apalagi kita kan enggak bisa memprediksi bagaimana aktivitas Merapi. Maka muat tidak muat, mulai besok kita pindah ke gedung sebelah,” ucap Jaka, saat ditemui di shelter pengungsian Demak Ijo.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge