0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pakar: Dolar Tembus Rp 14.000 Bukan Lantaran Bom

Pakar Ekonomi STIE AUB Surakarta, Dr Agus Utomo (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Nilai mata rupiah melemah terhadap nilai dolar AS. Bahkan beberapa hari ini menembus Rp 14.000. Menurut pakar ekonomi, hal ini bukan semata-mata lantaran adanya peristiwa bom Surabaya. Tetapi karena bunga bank di Amerika Serika cukup tinggi.

“Nilai mata uang dolar Amerika Serikat memang merupakan salah satu mata uang di dunia yang nilainya kuat. Sehingga tinggi rendahnya berpengaruh terhadap ekonomi dunia,” jelas Pakar Ekonomi STIE AUB Surakarta, Dr Agus Utomo kepada Timlo.net, di ruang kerjanya, Rabu (23/5).

Saat ini, lanjut Agus, AS sedang membuka kran investasi dan tingkat bunga bank negara itu sedang di dorong tinggi. Akibatnya banyak investor berbondong-bondong mengisi bank-bank Amerika Serikat. Akibat selanjutnya nilai mata uang lainnya selain dollar melemah. Termasuk nilai mata uang rupiah.

“Akibatnya pula barang-barang impor terutama dari Amerika Serikat menjadi tinggi harganya. Misalnya, barang elektronik, komputer dan sebagainya,” jelasnya.

Melemahnya nilai rupiah, menurut Agus, sudah tentu nilai inflasi akan bergerak naik. Harga-harga barang impor meningkat tajam. Oleh karena itu, pemerintah agar segera mengatasi dengan mengambil kebijakan moneter yang tepat. Diantaranya, membuka cadangan dolar yang dimiliki, dan mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri, terutama distribusi barang-barang non impor atau barang produk dalam negeri.

“Selain itu, kami menghmbau kepada masyarakat agar mau menahan diri untuk tidak membeli barang-barang produk impor, menunda perjalanan keluar negeri terutama negara-negara pemakai mata uang dolar,” ujarnya.

Soal peristiwa bom Surabaya, menurut Agus, tidak terlalu berdampak terhadap perekonomian Indonesia. Apalagi pertumbuhan perekonomian Indonesia belakangan ini relatif stabil. “Kalaupun bom berdampak, hanya kecil dan tidak signifikan,” ujarnya

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge