0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Merapi Waspada, Warga di KRB 3 Diimbau untuk Mengungsi

Aktivitas Gunung Merapi (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Meningkatnya status Gunung Merapi dari normal menjadi Waspada, warga yang bermukim di Kawasan Rawan Bencana (KRB) 3 diimbau untuk mengungsi. Imbauan ini atas rekomendasi dari BPPTKG yang meminta wilayah berjarak 3 km dari Puncak Merapi untuk dikosongkan.

Untuk Kabupaten Boyolali, wilayah yang masuk KRB 3 ada dua dusun, Stabelan dan Takeran, Desa Tlogolele. Sedangkan yang masuk dalam KRB 2 atau berjarak 5 km dari Puncak Merapi ada enam desa. Keenam desa tersebut, Tlogolele, Samiran, Klakah, Lencoh, Jrakah dan Suroteleng.

“Kita sedang mempersiapkan untuk pengungsian bagi warga Stabelan dan Takeran, dua dusun tersebut harus dikosongkan,” kata Kasi Penangganan Darurat BPBD Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetya, Selasa (22/5).

Selain mempersiapkan lokasi pengungsian, yang menurut rencana di sebelah barat Balai Desa Tlogolele, pihaknya juga mempersiapkan logistik selama warga mengungsi. Pasalnya, pihaknya tidak bisa memperkirakan batas waktu pengungsian sampai kapan.

“Harapan kita status Merapi segera turun, tapi kalau yang sudah-sudah biasanya trennya naik, kemudian stagnan, baru terjadi letusan,” tambahnya.

Sementara itu, menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali, Purwanto, selain menyiapkan pengungsian, pihaknya juga mendistribusikan masker. Masker saat ini sudah didistribusikan ke tiga kecamatan yang berada di lereng Merapi, yaitu Kecamatan Selo, Musuk dan Cepogo.

“Untuk Tlogolele, master kita siapkan di balai desa,” imbuhnya.

Meski begitu, pihaknya tetap meminta warga yang bermukim di wilayah Gunung Merapi untuk tetap tenang. Sejauh ini, akibat letusan freatik yang terjadi tiga kali pada Senin (21/5) dan satu kali pada Selasa dini hari, tidak berdampak di Boyolali.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge