0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tekan Kemiskinan, Dua Calon Bupati Punya Solusi

Debat publik dihadiri dua pasangan cabup cawabup Karanganyar (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Dua calon bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan Juliyatmono menyampaikan pendapatnya terkait pengentasan kemiskinan di debat publik, Senin (21/5). Mendapat giliran pertama, Cabup nomor urut dua, Juliyatmono berujar pentingnya data statistik dan menggunakannya di perencanaan daerah.

“Seluruhnya berpegang basis data statistik. Termasuk kemiskinan. Ada identifikasi karakteristik kemiskinan. Untuk menekannya, program harus tepat sasaran,” katanya.

Ia menyinggung keterlibatan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang selama ini menyuport pemda dalam mengatasi persoalan itu. Misalnya memberi bantuan ke manula sampai akhir hayat. Sedangkan masyarakat usia produktif disediakan fasilitas pembelajaran usaha mandiri di balai latihan kerja (BLK).

“OPD mengidentifikasi persoalan kemudian memberi bantuan secara subsidi silang. Sudah kita lakukan semua. Karanganyar ini luar biasa sehingga mendapat pengakuan pusat sebagai kabupaten berharapan hidup tinggi,” katanya.

Sedangkan Rohadi Widodo memandang pentingnya pemegang kebijakan menguasai data konkrit. Dalam mengentaskan kemiskinan, dibutuhkan pendekatan secara makro maupun mikro.

“Kemiskinan makro di Karanganyar 12,3 persen sedangka mikronya 77.079 keluarga atau 262 ribu jiwa. Pendekatannya berbeda. Pada makro, berikan permodalan UMKM dan petani, pemuda dapat usaha kreatif serta menekan pengeluaran kurang perlu. Dalam sebulan, normalnya mengonsumsi 2.200 kilo kalori atau setara Rp 340 ribu. Untuk mikro, seperti memberdayakan OPD dan stakeholder untuk mengentaskan kemiskinan. Dalam satu periode nanti, 8.900 rumah tidak layak huni akan direhab,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge