0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Aisyiyah dan Muhammadiyah Harus Berperan dalam Ekonomi

Laila Istiana Savitri membuka Milad ke-104 Aisyiyah (dok.timlo.net/raymond)

Karanganyar — Kemandirian umat Islam dalam berekonomi potensial dilakukan organisasinya di Indonesia. Keluarga Aisyiyah dan Muhammadiyah diantara penggeraknya.

“Orientasi gerakan Aisyiyah pada ekonomi kemasyarakatan. Salah satu caranya memberdayakan usaha internal. Dari kita untuk kita. Makanya kuasai ekonomi dari hulu sampai hilir,” kata Anggota DPR dari PAN, Laila Istiana Diana Savitri saat menyampaikan materi di hadapan ratusan kader, simpatisan, dan pengurus Aisyiyah, di Milad Aisyiyah ke-104, di Gedung Wanita Karanganyar, Minggu (20/5).

Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi menilai kiprah Aisyiyah sebagai bingkai keluarga dan penggerak ekonomi. Kekuatan umat Islam yang diwadahi Muhammadiyah dan Aisyiyah diyakini potensi menggenjot perekonomian Indonesia. Saat ini, Muhammadiyah Karanganyar sudah memiliki produk air mineral AirMU. Ke depan masih banyak produk lain milik Muhammadiyah yang digarap.

“Mari kita kawal bareng-bareng,” katanya.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar, Muhammad Samsuri, menyampaikan prioritas kerja PDM tahun ini adalah mengoptimalkan bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Samsuri, sapaan akrabnya, mengklaim bidang pendidikan dan kesehatan di Muhammadiyah sudah berkembang pesat.

“Pengembangan ekonomi masih lemah. Kami mendirikan usaha dinaungi PT Cahaya Bumi Intanpari. Sudah legal. Salah satu produk AirMu. Ini proses SNI dan BPOM. Pemasaran di luar Karanganyar bagus tetapi di dalam kurang greget,” tutur Samsuri.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge