0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Nekat, Pengunjung Sidang Beri Pil Koplo untuk Terdakwa

Batang bukti yang diamankan dari tersangka Gosong saat ditangkap di PN Sragen. (foto: Agung Widodo)

Sragen – Abdul Latif alias Gosong (24), warga Kecamatan Mojogedang, Karanganyar ditangkap polisi lantaran kepergok memberikan obat-obatan keras kepada seorang tahanan. Ironisnya, pemberian obat itu dilakukan secara terang-terangan saat tersangka sedang menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Sragen.

“Pelaku yang akrab dipanggil Gosong ini, berpura pura membesuk salah satu tahanan laka lantas bernama Ahmad Salasa untuk memberikan pesanan obat keras sebanyak 200 butir, berasal dari istrinya,” kata Kasat Narkoba AKP Joko Satriyo mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, Sabtu (19/5).

Ahmad Salasa sendiri merupakan tahanan dalam kasus laka lantas yang pada Jumat (18/5) sedang menjalani sidang di PN Sragen. Sedangkan tersangka Gosong sendiri dengan menyamar sebagai pengunjung sidang berpura-pura untuk membesuk Ahmad di ruang tahanan PN Sragen.

Awalnya petugas merasa curiga saat pelaku secara diam-diam memberikan sebuah bungkusan kecil kepada Ahmad. Penyerahan bungkusan itu akhirnya diketahui salah satu petugas yang melaksanakan pengamanan sidang. Kecurigaan petugas terbukti setelah bungkusan itu dibuka ternyata berisi ratusan butir obat keras berlogo L.

“200 butir obat-obatan keras berlogo Double L tersebut kemudian diamankan berikut pelaku Abdul Latif alias Gosong, untuk kemudian dibawa ke Mapolres Sragen,” terang AKP Joko.

Dia menambahkan, berdasarkan hasil penyidikan sementara yang dilakukan petugas Satuan Narkoba Polres Sragen, ternyata 200 butir obat keras tersebut berasal dari istri Ahmad Salasa yang saat ini juga masih menjalani penahanan di Polres Karanganyar dalam perkara peredaran obat keras.

“Selain mengamankan pelaku dan ratusan pil berlogo L, yang dibungkus plastik bermerk Alfamart berisi bungkus rokok Gudang Garam yang ternyata berisi 200 butir pil berlogo double L tersebut, kita juga mengamankan barangbukti lain yakni handphone merk Xiaomi. Pelaku nantinya bakal kita berikan sanksi pidana sebagaimana di maksud dalam Pasal 197 jo 196 UU No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan,“ papar AKP Joko Satriyo.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge