0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Menengok Suasana Kampung Ramadan di Wonogiri

Suasana Kampung Ramadan di Dusun Blindas Desa/Kecamatan Pracimantoro (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Selama bulan suci ramadan warga Dusun Blindas Desa/Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri menggelar sebuah acara menarik, yakni Kampung Ramadan. Acara ini merupakan ide gagasan Remaja Masjid Blindas (RMB).

Saat sinar matahari mulai temaram, sudut dusun, gapura selamat datang mulai bersinar terang, dihiasi dengan lampu warna-warni bahkan sepanjang jalan dusun dipasangi lampion. Tak hanya itu, kalangan remaja ini telah menyiapkan berbagai konsep acara yang menarik soal keagamaan hingga memunculkan geliat ekonomi kerakyatan.

“Acara ini sebagai bentuk kegiatan Remaja Masjid Blindas (RMB) untuk meramaikan bulan suci Ramadan, dalam mencari berkah dari Allah SWT untuk menuju mardlotillah,” ungkap salah satu pimpinan Remaja Masjid Blindas (RMB), Josi, Kamis (17/5).

Selepas salat Magrib, suasana jalanan dusun mulai ramai, di kanan kiri jalan dihiasi umbul-umbul, lampu-lampu mulai bersinar terang. Saat mendongak tepat di atas kepala kita , seperti langit dengan bintangnya, cahaya lampion bersinar beraneka warna.

Kampung Ramadan ini, dikonsep sejak pertengahan Arpil 2018. Sementara soal pendanaan, pentolan RMB ini mengaku dengan cara mencari donasi. Josi juga menceritakan mengenai acara-acara di Kampung Ramadan ini selama sebulan penuh, mulai 17 Mei sampai dengan 16 Juni 2018. Kegiatan itu diawali dengan Tarhib Ramadan 12 Mei lalu. Yaitu tausiyah dan pembekalan kepada kaum muslimin untuk lebih mempersiapkan diri menghadapi bulan suci Ramadan.

Setiap sore, di Kampung Ramadan ini akan ada Pasar Sore Ramadan namun penjualnya khusus warga setempat. Dengan stand yang menjajakan berbagai makanan. Ada pula Ifthor Jama’i, yaitu menyediakan hidangan buka puasa bagi jama’ah, setiap hari selama bulan suci Ramadhan 1439 H. Disediakan 200 porsi setiap harinya. Lalu saat salat Tarawih di juga dikemas berbeda yakni dengan Ala Madinah. Dengan menghadirkan Imam yang bagus bacaannya untuk menjaga kekusukan jama’ah. Kemudian untuk Sahur, juga menggelar Sahur Bagi Dhuafa.

“Sangat tidak bijak jika takmir hanya meneriakkan kewajiban puasa, sedangkan masih ada masyarakat yang bingung mau sahur pakai apa nanti? Inilah salah satu fungsi masjid dibidang sosial. Sahur ini diberikan berupa sembako yang diberikan menjelang Ramadhan kepada masyarakat Desa Pracimantoro yang memang membutuhkan,” jelasnya.

Lalu masih banyak acara lainnya, seperti acara Lesehan Sore, KOLAG (Kajian Obrolan dan Lagu) menghadirkan Nasyid dan Musisi Islami, Es Doger (Ee Semua Suka Dongeng Gerr) acara ini menghadirkan pendongeng anak-anak yang lucu dan bermakna, KICAK (Kajian Kocak) menghadirkan ustadz–ustadz terkenal dengan kajian dan penyampaian yang humoris, KASER (Kajian Sejarah) dengan menghadirkan ustadz-ustadz mengkaji sejarah islam.

Selanjutnya dimalam harinya, ada Angkringan Ramadan, dengan suasana angkringan khas Pracimantoro atau HIK. Diisi dengan obrolan santai, dan mendatangkan tokoh-tokoh dari elemen masyarakat Wonogiri seperti ustadz, sejarawan, pengusaha hingga artis dan

mantan preman atau roker. Ada pula I’tikaf di 10 hari terakhir menyediakan makanan sahur bagi jama’ah yang mabit di Masjid Baiturrahim, Blindas, Pracimantoro.

Sebagai sesi penutup bulan Ramadan, akan digelar Takbiran Tabligh Akbar Menyambut Idul Fitri didahului Takbir keliling yang diikuti jamaah dusun Blindas, disediakan kurang lebih 1000 obor. Pada pagi harinya dilanjutkan denga Syawalan Akbar Warga Dusun Blindas, pada 1 Syawal sekitar pukul 07.00 WIB setelah sholat Idul Fitri.

” Tua, muda, anak-anak dan remaja akan berbaur menjadi satu, taklupa bersama sesepuh dusun diajang silaturahmi sekaligus reuni ini nantinya,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge