0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

PJBL PLTSa Tak Kunjung Ditandatangani, Pemkot Ancang-ancang Revisi Perjanjian

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo lagi-lagi molor karena Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) belum ditandatangani oleh PLN. Mundurnya pembangunan tersebut memaksa Pemkot untuk menyiapkan revisi perjanjian kerja sama dengan PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP) selaku investor di proyek PLTSa tersebut.

“Perjanjian kita dulu masa persiapan hanya sampai Juni. Sampai sekarang masa persiapan masih menunggu di Pusat,” kata Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (17/5).

Penandatanganan PJBL antara investor, Pemkot dan PLN tersebut merupakan bagian dari masa persiapan. PJBL merupakan bukti kesanggupan PLN untuk membeli listrik yang dihasilkan PLTSa Putri Cempo. Dengan adanya kepastian tersebut, PT SCMPP berani melangkah ke tahap konstruksi PLTSa.

Sedianya, masa persiapan ditarget selesai 9 Juni mendatang. Namun karena hingga saat ini belum ada kejelasan dari Pemerintah Pusat tentang PJBL, Pemkot mengkaji kemungkinan penambahan addendum pada perjanjian dengan PT SCMPP.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo, Sri Wardhani Poerbowidjojo, masa persiapan dengan investor rencananya diperpanjang hingga enam bulan terhitung mulai 9 Juni mendatang. Jika sampai tanggal tersebut PJBL belum juga ditandatangani, Pemkot terpaksa mengaddendum perjanjian dengan investor.

“Kita masih menunggu PJBL dari Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral). Mudah-mudahan,” kata Wardhani.

Jika perpanjangan tersebut terjadi, maka addendum tersebut merupakan kedua kalinya dilakukan. Sebelumnya, Pemkot dan Investor telah mengadendum perjanjian mereka 11 Februari lalu dengan alasan yang sama. Belum adanya kepastian dari PLN untuk membeli listrik yang dihasilkan PLTSa Putri Cempo membuat proses pembangunan PLTSa terhenti. Investor tak berani menanggung kerugian lantaran tidak ada kepastian dari PLN.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge