0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

PKL Solo Timur Tetap Menolak Penggusuran

Pengendara melintas di depan poster protes tentang penggusuran yang dipasang PKL KH Masykur (timlo.net/heru gembul)

Solo — Koordinator Pedagang Kaki Lima (PKL) Solo Timur yang berada di ruas Jl Ki Hajar Dewantoro dan Jl KH Masykur membantah jika pedagang telah sepakat dengan Pemkot terkait penataan yang akan dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan. Hal tersebut dikatakan Koordinator PKL Jebres, Heru Prantoko, Kamis (17/5). Sebelumnya Pemkot mengatakan sudah 90 persen pedagang menerima penertiban yang akan dilaksanakan pada akhir Juni 2018.

“Tidak benar itu. Masih banyak pedagang yang menolak.” kata dia.

Menurut Heru, 95 persen pedagang menolak rencana penggusuran yang akan dilakukan oleh Pemkot. Artinya sebanyak 5 persen saja yang menerima keputusan penertiban. 5 Persen tersebut adalah pedagang yang berada di sebelah selatan ruko ekspedisi kawasan pergudangan Pedaringan.

“Jadi masih banyak yang menolak.” tegasnya.

Heru mengatakan, memang pemkot telah meminta kepada pedagang untuk segera mengambil uang ongkos ganti bongkar yang disediakan oleh Pemkot. Namun lantaran sebagian besar pedagang menolak, uang ganti bobgkar itu belum dicairkan.

“Ya memang sudah diminta mengambil (ongkos ganti bongkar) tapi ya belum (diambil),” katanya.

Pemkot, sendiri menyediakan ongkos bongkar Rp 65 Ribu per meter persegi untuk bangunan permanen dan Rp 50 Ribu untuk bangunan semi permanen. Ongkos bongkar tersebut diberikan secara nontunai melalui rekening yang telah dibuat. Merujuk data yang dimiliki Disdag, setidaknya terdapat 145 PKL yang beraktivitas di sepanjang Jalan KH Masykur itu.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge