0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pelaku UKM di Grojogan Sewu Ancang-Ancang ‘Banting Stir’

Air terjun Grojogan Sewu Tawangmangu (dok.timlo.net/raymond)

Karanganyar — Pengusaha warung makan, kelontong maupun suvenir di Taman Wisata Alam (TWA) Grojogan Sewu, Tawangmangu, Karanganyar bersiap mencari alternatif penghasilan selama Ramadan. Sebagian memilih bercocok tanam sedangkan lainnya bekerja serabutan.

“Biasanya buka tiap hari. Tapi kalau bulan puasa, buka di akhir pekan saja,” kata Tuminah, pedagang kuliner sate kelinci di Grojogan Sewu kepada Timlo.net, Selasa (15/5).

Sedangkan di hari-hari biasa, perempuan usia 50-an tahun ini memilih beristirahat di rumah. Namun, tak semua pedagang kuliner demikian. Sebagian besar beralih usaha menjadi buruh tani. Sedangkan sisanya berjualan di Pasar Tawangmangu, menjadi buruh pekerjaan kasar atau malah merantau ke kota terdekat.

Glidhik biasanya,” katanya.

Sementara itu Dirut PT Duta Indonesia Jaya selaku pengelola TWA Grojogan Sewu, Sukirdi memilih menata dan memelihara area teraebut selama Ramadan nanti.

“Pegawai diarahkan ke pekerjaan pemeliharaan. Seperti membuat pagar pengaman, jalan alternatif dibuat ulang dan sebagainya,” katanya.

Sebagaimana diberitakan, Taman Wisata Alam (TWA) Grojogan Sewu, Tawangmangu diprediksi mengalami penurunan jumlah pengunjung hingga 90 persen selama Ramadan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge