0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kenaikan Suku Bunga dapat Memukul Sektor Properti

Pameran properti di Solo Paragon Mall (setyo puji s)

Solo — Wacana kenaikan suku bunga acuan yang akan dilakukan oleh Bank Indonesia dianggap dapat memukul sektor properti. Pasalnya, jika suku bunga tersebut jadi dinaikan akan dapat menekan daya beli masyarakat.

“Tentu yang paling akan berdampak adalah sektor properti. Karena jika suku bunga dinaikan, angsuran KPR otomatis naik,” kata Sekertaris REI Soloraya, Oma Nuryanto kepada wartawan, Selasa (15/5).

Padahal kondisi saat ini, meski BI belum menaikan suku bunga, dikatakannya perkembangan pasar sektor properti di Soloraya cenderung lesu. Bahkan pada periode Maret dan April sempat terkoreksi hingga 50 persen. Karena itu jika BI bersikukuh tetap ingin menaikan suku bunga acuan, dipastikan akan semakin memperburuk pasar.

“Efeknya pasti bisnis sektor properti akan semakin lesu. Alasannya karena masyarakat kelas menengah bakal menunda melakukan pembelian rumah. Sedangkan masyarakat berpenghasilan rendah tidak dapat menjangkau,” terangnya.

Tidak hanya properti, menurutnya sektor perbankan juga diprediksi terkena imbas dari kebijakan itu. Pasalnya kenaikan suku bunga acuan BI, akan berdampak kepada meningkatkan suku bunga kredit yang disalurkan perbankan. Dan jika hal itu terjadi, angka kredit macet atau non performing loan (NPL) bisa ikut terkerek naik.

Oleh karena itu, pihaknya berharap agar BI dapat menunda menaikan suku bunga. Setidaknya sampai kondisi ekonomi nasional dan daya beli masyarakat kembali membaik.

Dokumentasi

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge