0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kisah Guru Ngaji Gratis yang Rela Antar Jemput Santrinya

Abdul Hadi bersama santri-santrinya (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Pasangan suami-istri di Dusun Manjung Kulon, Desa Manjung, Kecamatan Wonogiri, Abdul Hadi (44) dan Siti Fatonah (38) ikhlas mencurahkan waktunya mengajar ratusan anak-anak mengaji secara gratis. Bahkan, dengan menggunakan kendaraan pribadinya, setiap hari mereka ikhlas antar jemput ratusan santri tersebut.

 “Saya mulai mengajar mengaji di sini sejak 2007 silam,” ujar pendiri sekaligus pengajar di Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien Subulussalam Dusun Manjung Kulon, Desa Manjung, Kecamatan Wonogiri, Abdul Hadi saat dikonfirmasi awak media, Selasa (15/5).

 Abdul Hadi dan Siti Fatonah sendiri dikarunia dua orang anak. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya, pasutri ini mengandalkan hasil dari berjualan rengginang yang mereka bikin sendiri. Sebelum keduanya menikah dan menetap di desa tahun 2001, keduanya sempat menjadi tenaga migran di Malaysia.

 “Sampai saat ini jumlah santri di sini ada 150 anak. Mereka tak hanya warga desa sini tapi ada yang juga warga desa tetangga,” ungkapnya.

Pria asal Banyumas ini mengatakan, butuh waktu dua minggu mengajari anak-anak dapat membaca Alquran baik dan lancar. Setiap selepas salat Ashar, ia mulai mengajar 150 santri di salah satu ruang berukuran 3 x 5 meter di dalam rumahnya yang disebutnya sebagai gubuk santri, karena bangunannya terbuat menyerupai gubuk.

Untuk biaya pembelajaran, seperti untuk membeli buku keagamaan dan lain-lainnya, berasal dari uang pribadi dan juga sebagian dari infak. Di madrasahnya, santri tidak hanya diajari baca tulis Alquran, akan tetapi mereka juga dibekali pelajaran akhlak, fiqih dan tauhid.

Lulusan Pondok Pesantren Subulussalam, Bumiayu, Brebes ini mengaku tidak sampai hati melihat anak-anak patah semangat untuk belajar mengaji lantaran terkendala jarak ataupun cuaca. Sehingga dengan niatan tulus ikhlas, ia kemudian membeli satu unit mobil Daihatsu Espass untuk antar jemput satu persatu santri-santrinya.

“Harapan saya, dengan belajar mengaji di sini ini, nantinya dapat menjadi bekal mereka ketika ingin melanjutkan ke ponpes yang lebih tinggi,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge