0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Korban Bom di Gereja Surabaya Dimakamkan di Solo

Prosesi pemakaman jenazah Sri Pudji Astutik, di TPU Bonoloyo, Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Jenasah salah satu korban aksi teror bom di Gereja Pantekosta Pusat, Jl Arjuna Surabaya,  bernama Sri Pudji Astuti (67) dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bonoloyo, Banjarsari, Solo, Selasa (15/5) siang. Pemakanan dilakukan atas wasiat dari almarhumah semasa  masih hidup.

“Beliau (Sri Pudji Astuti) itu selama masih hidup berpesan, ingin dimakamkan di Solo. Maka dari itu, kita wujudkan supaya arwahnya tenang,” terang keponakan korban, Tri Nuryani kepada wartawan.

Dipilihnya Solo sebagai tempat peristirahatan terakhir lantaran banyak keluarga yang berdomisili di Kota Bengawan. Sedangkan almarhumah, sajak tahun ’70-an telah merantau ke Kota Pahlawan, Surabaya.

“Sejak usia 20-an tahun, Bulik saya itu sudah merantau ke Surabaya. Nah, di sana beliau hidup sendiri. Makanya, dia ingin sekali untuk dimakamkan di sini (Solo),” ujarnya.

Sri Pujiastuti merupakan salah satu korban dari aksi kebrutalan pelaku terorisme yang menyerang gereja di Surabaya pada Minggu (13/5) lalu. Saat itu, Sri bersama dengan temannya usai mengikuti misa di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya. Setelah misa selesai, korban bersantai sejenak di halaman gereja. Saat itulah, sebuah mobil datang dan meledak hingga mengenai korban bersama rekannya tersebut.

Korban sempat dirawat di RSAL dr Ramlan Surabaya sehari semalam. Akan tetapi, Tuhan berkehendak lain dan korban meninggal dunia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge