0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Nemu Kartu Kredit lalu Digunakan, 4 Cewek Cantik Diamankan

Tersangka pembobol Kartu Kredit diamankan polisi (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Enam pelaku kasus pembobolan kartu kredit nasabah dibekuk anggota Unit Reskrim Polsek Laweyan, Solo, Minggu (14/5). Empat diantara pelaku merupakan perempuan yang bekeja sebagai karyawan di Cindy Yayang, Solo Square, Laweyan.

“Enam pelaku ini membobol kartu kredit milik warga,” kata Kapolsek Laweyan Kompol Santoso, Selasa (15/5).

Enam pelaku yang dibekuk, yakni Vita (20) warga Sukoharjo, Luis (20) warga Boyolali, Vera (24) warga Jakarta, Ratna (29) warga Sukoharjo, Fajar (31) warga Sukoharjo, dan Deni Setiawan (26) warga Sukoharjo. Sedangkan, korban pembobolan kartu kredit adalah Falentina (34) warga Kampung Baron Gede RT04/ RW01, Panularan, Laweyan.

Kasus ini berawal, saat Vita menemukan kartu kredit BCA di dalam toko Cindy Yayang pada tanggal 6 Mei. Kartu tersebut kemudian diberikan kepada Ratna yang bekerja sebagai kasir di Cindy Yayang.

Setelah itu, dia menggunakan kartu kredit itu untuk membeli headset di toko Cindy Yayang dengan kasir Ratna. Ternyata, kartu kredit itu dapat digunakan dengan membubuhkan tanda tangan Ratna.

Sukses dengan aksi pertamanya, kemudian Ratna meminta supaya Vita berbelanja barang lagi di toko Cindy Yayang seperti tas ransel, bando, dompet, earphone, dan lainnya dengan total pembelian senilai Rp 924.000. Pembayaran menggunakan kartu kredit milik korban.

Tak sampai disitu, keduanya juga mengajak temannya yang lain yakni Lois, dan Vera berbelanja kosmetik, baju dalam, dan perlengkapan perempuan lainnya di Luwes di Kartasura, Sukoharjo. Total pembelian barang senilai Rp 293.000. Barang hasil pembelian dibagi rata bersama tiga temannya.

“Keempat perempuan ini akhirnya menarik sejumlah uang kartu kredit untuk dibelanjakan,” jelas Santoso.

Hingga akhirnya, Ratna meminta tolong kepada pacarnya, Dani supaya membuang kartu kredit tersebut. Akan tetapi, oleh Dani kartu kredit itu malah diserahkan kepada temannya Fajar. Nah, ditangan Fajar inilah kartu kredit temuan itu kembali digunakan untuk membelanjakan cincin emas seberat 7,6 gram seharga Rp 4 juta di Toko Semar di Solo Grand Mall (SGM).

“Dani menggunakan kartu kredit untuk membeli emas. Dia meninggalkan foto copy identitas supaya transaksi dapat berjalan,” jelasnya.

Kasus ini terungkap, setelah pemilik Falentina menerima notifikasi pemberitahuan SMS dari Bank  BCA terkait penggunaan transaksi kartu kredit yang dilakukan. Merasa tidak menggunakan kartu kredit, Falentina akhirnya melapor ke bank agar segera melakukan pemblokiran. Usai memblokir kartu kredit tersebut, korban akhirnya melapor ke Polisi.

“Dari laporan korban inilah, kita kembangkan hingga menangkap enam tersangka itu,” jelas Kapolsek.

Selain menangkap tersangka, Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya bantal biru, pakaian dalam wanita, tas ransel, cincin seberat 7,6 gram, dan lainnya.

Keenam tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang Curat dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara dan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dengan ancaman hukuman tahun penjara.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge