0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

UNS Berkomitmen Kampus Sebagai Benteng Pancasila

Ravik Karsidi (foto: Tyo Eka)

Solo – Universitas Sebelas Maret (UNS) mengeluarkan sikap terkait aksi teroris dalam peristiwa bom di Surabaya dan aksi teror narapidana terorisme di Mako Brimob. Pernyataan tersebut ditandatangani oleh Rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi MS, dan disampaikan di Rektorat UNS, Kentingan Solo, Senin (14/5).

“UNS mengutuk keras aksi peledakan bom di beberapa tempat di Surabaya, aksi teror nararapidana terorisme di Mako Brimob dan segala bentuk terorisme atas alasan apapun,” tandas Rektor UNS.

Dalam kesempatan ini, lanjut Ravik, menyampaikan duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban pada peristiwa tersebut.

“Semoga keluarga korban diberikan ketabahan dan kesabaran menerima musibah ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyatakan, mendukung penuh Pemerintah dan aparat keamanan bertindak dengan cepat, tegas dan tuntas mengusut pelaku dan otak dibalik peristiwa tersebut sampai ke akar-akarnya. Selanjutnya mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh aksi terorisme.

“Perlu meningkatkan kewaspadaan secara terus menerus untuk mencegah tumbuh dan berkembangnya gerakan terorisme di tanah air,” tandasnya.

Ravik menyerukan kepada pemuda agama, tokoh masyarakat dan perguruan tinggi untuk lebih erat lagi bekerjasama memerangi radikalisme dan terorisme di segala lapisan masyarakat.

“Menyerukan kepada semua pihak untuk menjauhi segala bentuk tindak kekerasan dan mengedepankan kebersamaan berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa,” jelasnya.

Ravik juga menyatakan, berkomitmen untuk mewujudkan UNS sebagai Kampus Benteng Pancasila dan terus melawan berbagai macam aktivitas yang mengarah pada paham radikalisme di lingkungan kampus. Serta menghimbau kepada seluruh civitas akademika dan alumni untuk menjauhkan diri dari paham radikalisme.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge