0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Virus Hepatitis B Tertua Ditemukan Dalam Kerangka Manusia Berusia 4500 Tahun

Virus hepatitis B tertua. (mirror.co.uk)

Timlo.net—Jejak dari hepatitis B diambil dari kerangka berusia 4500 tahun. Hal ini membuktikan jika virus penyebab penyakit hati itu aktif sejak Zaman Perunggu. Para peneliti Inggris yang membuat penemuan menakjubkan ini membandingkannya dengan penemuan fosil pertama.

Virus manusia tertua yang sebelumnya bisa dideteksi berusia 450 tahun. Sebagian besar tidak berusia lebih dari 50 tahun, tulis Mirror.co.uk. Hepatitis B (HBV) meninggalkan jejak pada DNA. Hepatitis B tertua itu diambil dari kumpulan tulang yang diperoleh di Eurasia tengah dan barat.

Bukti infeksi HBV ditemukan pada 25 dari 300 individu yang berasal dari Zaman Perunggu hingga abad pertengahan. Dari jumlah itu, 12 kerangka menyediakan kode genetik virus yang cukup untuk dilakukan analisa mendetil.

Salah satu di antaranya adalah kerangka dari Osterhofen, Jerman yang berusia hampir 4.488 tahun. Dr. Terry Jones dari Cambridge University, peneliti dalam penelitian ini berkata, “Para peneliti biasanya meneliti jenis virus modern dan kami biasanya tidak tahu tentang virus kuno—hingga sekarang. Hal ini seperti belajar soal evolusi tanpa fosil.”

“Jika kita hanya meneliti binatang yang hidup sekarang maka itu akan memberikan kita sebuah gambaran yang sangat tidak akurat tentang evolusi mereka. Hal yang sama berlaku untuk virus,” tambahnya.

Sekarang ini, hepatitis B mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Pada 2015, diperkirakan 257 juta orang terinfeksi HBV secara kronis. Sebanyak 887 ribu orang mati karena komplikasi terkait virus itu misalnya terkena kanker hati.

Penemuan terakhir ini dipublikasikan dalam jurnal “Nature.” Peneliti lainnya Barbara Muhlemman, seorang mahasiswa PhD Cambridge berkata, “Orang-orang mencoba mengungkap sejarah HBV selama puluhan tahun. Penelitian ini mengubah pemahaman kami tentang virus itu dan membuktikan jika virus itu mempengaruhi orang mulai dari Zaman Perunggu.”

Penemuan ini penting karena menunjukkan jika virus bisa punah. Jenis HBV yang ada pada Zaman Perunggu sekarang tidak ada lagi. Hanya sedikit yang diketahui soal evolusi hepatitis B.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge