0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Terpidana Penggelapan Uang Rp 2 Miliar Belum Dipenjara, Ini Alasannya

Kepala Kejaksaan Negeri Solo, Teguh Subroto (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Terpidana kasus penipuan dan penggelapan uang koperasi senilai Rp 2 Miliar, Tandyo Sugiyono Cahyadi Mulyadi (50) belum dieksekusi setelah Pengadilan Negeri (PN) Solo mencabut pengajuan Peninjauan Kembali (PK) sejak Bulan Maret lalu. Padahal, pria yang akrab dikenal Sonny ini dijatuhi hukuman tiga tahun penjara setelah terbukti dalam proses persidangan melanggar Pasal 378 tentang penipuan dan penggelapan.

“Yang bersangkutan mengalami sakit dan terus menjalani perawatan,” terang Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Solo, Teguh Subroto kepada wartawan, Selasa (8/5) siang.

Dari informasi yang dihimpun, Sonny mengalami sakit dan tak kunjung sembuh. Sakit yang dialaminya mulai dari pembuluh darah pecah, pernah cuci darah dan sakit komplikasi yang lain.
Namun untuk mengetahui kondisi kesehatan terpidana, jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Kota Solo meminta dokter independen dari RSUD dr Moewardi memeriksa sakit yang diderita Sonny.

“Kondisi terpidana belum memungkinkan untuk menjalani hukuman. Pihak Rutan Solo juga tidak berani menampung mengingat kondisi dari terpidana tersebut,” jelas Kajari.

Sebelumnya, Sonny mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA). Berhubung permohonan PK dikabulkan, sidang PK beberapa kali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kota Solo. Akan tetapi, dalam sidang ketiga kali yang berlangsung pada Rabu (28/3), pemohon PK (Sonny) tidak dapat hadir dengan alasan sakit dan dirawat di RS Dr Oen Solo Baru. Kuasa hukum Sonny yakni Haris Cahyono, akhirnya mencabut permohonan PK.

Atas pencabutan PK tersebut, Ketua Majelis Hakim, Heru Budiyanto mengabulkannya. Adapun Rahayu Nur Raharsi dan Enik Sri Suprapti selaku JPU juga tidak keberatan atas pencabutan permohonan PK yang dilakukan Sonny.

Seperti diketahui, Tandyo Sugiyono Cahyadi Mulyadi alias Sonny dinyatakan bersalah dan divonis tiga tahun penjara dalam tindak pidana penipuan dan penggelapan uang sekitar Rp 2 miliar saat sidang di PN Kota Solo pada 7 November 2016 silam.

Terdakwa menggelapkan uang koperasi simpan pinjam (KSP) yang dikelola Wisnu Kretarto dan Jonathan H. Sedianya uang Rp 2 miliar, sebagian dari hasil penjualan aset milik koperasi, oleh pengurus koperasi, akan dibagikan kepada seluruh anggota koperasi. Namun uang Rp 2 miliar yang dibawa terdakwa dan tidak diserahkan ke koperasi hingga kasus ini dilaporkan ke Polresta Solo.

Perkara ini sampai tingkat kasasi, namun majelis hakim MA, dimana salah satu hakimnya Artidjo Alkostar SH, dalam putusan kasasinya, tetap menghukum terdakwa selama tiga tahun penjara.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge