0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tilep Rp 2,75 M, Terdakwa Kasus Penipuan dan Penggelapan Dituntut Setara Maling Ayam

Solo – Seorang broker, Alex Abdul Rahman (54) terdakwa kasus penggelapan senilai uang Rp 2,75 Miliar hanya dituntut empat bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umun (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Solo. Tuntutan ini tergolong sangat rendah, jika dibandingkan dengan kasus pencurian biasa yang dilakukan oleh penjahat kelas teri.

Informasi yang dihimpun Timlo.net, proses persidangan berlangsung sejak 16 April 2018 lalu. Kasus ini berawal saat salah satu keluarga perusahaan rokok PT Djitoe, Michiko Soetantyo dan keluarga menginvestasikan uangnya Rp 19,5 Miliar ke perusahaan investasi Berkat Bumi Artha (BBC) di Jakarta yang dikelola Viktor.

Seiring berjalannya waktu, investasi di perusahanan BBC tiba-tiba macet. Sejak ada masalah tersebut, Michiko dan keluarganya meminta bantuan kepada Alex Abdul Rahman untuk mengurus sahamnya yang dinvestasikan di BBC.

Dalam mengurus berbagai permasalahan yang timbul, Michiko bersama keluarga harus mengeluarkan dana Rp 8,750 Miliar agar semua permasalahan dapat diselesaikan oleh Alex.

Namun dalam mengurus pengembalian saham milik Michiko beserta keluarganya, alokasi dana yang dikeluarkan Alex berkisar Rp 4 miliar. Sisa dana yang masih Rp 4,750 miliar akhirnya terungkap setelah orang kepercayaan BBC, Laksa (42) menelusuri pemilik saham yang dibantu Alex untuk mengurusnya.

Begitu diketahui ada selisih sisa dana untuk mengurus penarikan saham, Alex akhirnya mengembalikan uang Rp 2 Miliar kepada Michiko. Adapun selisih uang Rp 2,750 miliar yang masih ditangan Alex rupanya tidak dikembalikan kepada Michiko. Lantaran masih ada uang yang digelapkan oleh Alex, Michiko akhirnya melaporkan kasus ini ke Polresta Solo.

“”Mewakili keluarga, kasus ini saya laporkan ke Polresta, awal 2018,” jelas Michiko (48), kepada wartawan, Kamis (3/5) siang.

Dari pengusutan kasus tersebut, Alex Abdul Rahman ditetapkan sebagai tersangka. Hingga akhirnya, dilakukan penahanan 28 Maret 2018 lalu. Perkara yang kemudian bergulir di PN Surakarta ini, dalam sidang pada Kamis (3/5), terdakwa Alex Abdul Rahman hanya dituntut JPU empat bulan penjara potong masa tahanan.

Dalam sidang berikutnya, majelis hakim memutuskan sidang selanjutnya akan digelar pada Senin (7/5) dengan agenda pledoi atau pembelaan dari terdakwa melalui kuasa hukumnya.

Usai sidang, Alex dan kuasa hukumnya tidak bersedia menjelaskan perkara tindak pidana penggelapan ini kepada sejumlah wartawan yang mengikuti jalannya sidang.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge