0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Lebaran dan Pilkada, BI Waspadai Peredaran Upal 

Barang bukti uang palsu yang diamankan polisi (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo – Otoritas Bank Indonesia menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap peredaran uang palsu (Upal). Sebab, jelang Lebaran dan momen pilihan kepala daerah (Pilkada) biasanya seringkali dimanfaatkan sindikat pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya.

“Terkait peredaran upal itu memang setiap tahun itu ada siklusnya. Terutama pada saat momen Lebaran dan Pilkada,” kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Taufik Amrozy kepada wartawan, Selasa (1/5).

Untuk menyikapi kondisi tersebut, BI sendiri sudah malakukan kerjasama dengan pihak kepolisian. Baik dalam hal penyelidikan maupun upaya preventif kepada masyarakat. Terkait dengan edukasi pengenalan uang Rupiah asli, pihaknya selalu menekankan agar masyarakat selalu berpegang pada metode 3D, yaitu dilihat, diraba dan ditrawang.

“Dalam upaya meningkatkan keamanan terhadap Rupiah itu, sebenarnya BI sudah menyiapkan berbagai instrument. Salah satunya dengan teknologi baru yang disematkan dalam uang rupiah baru. Namun itu saja tidak cukup, untuk meminimalisir peredar upal itu, edukasi dan sosialisasi terus juga kita lakukan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dari upaya yang dilakukan itu dianggap cukup efektif dalam menekan peredaran uang palsu di masyarakat. Terbukti, dari data selama tiga tahun terakhir ini, temuan upal tercatat mengalami penurunan yang cukup signifikan. Yaitu pada 2016 sebesar 7.107 lembar, dan pada 2017 turun menjadi 4.858 lembar.

“Sedangkan pada triwulan pertama tahun ini tercatat hanya mencapai 1.515 lembar. Pecahan yang paling banyak dipalsukan adalah Rp 100 Ribu dan Rp 50 Ribu,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge