0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Jual HP Teman, Roni Dipolisikan

Tersangka saat diamankan di Mapolsek Serengan (foto: Achmad Khalik)

Solo — Berdalih meminjam handphone untuk mencari bantuan, Roni Nababan (26) malah menggondol dan menjualnya. Pemilik ponsel tak terima, dan melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib.

“Jadi, tersangka menipu pemilik handphone dengan dalih ingin mencari bantuan,” terang Kasi Humas Polsek Serengan, Iptu Suharyanto mewakili Kapolsek Serengan, Kompol Giyono, Selasa (1/5).

Kasus ini terjadi pada 16 Februari silam. Waktu itu, tersangka meminta bantuan korban Setiawan (36) warga Sukoharjo yang sedang berteduh di Kawasan Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan.

Lantaran kondisi sedang hujan, mesin motor yang digunakan tersangka tidak mau hidup. Hingga akhirnya, meminjam handphone android milik korban untuk digunakan menelpon temannya.

Setelah teman tersangka tiba, motor beserta galon air yang ada di atas motor akhirnya langsung didorong teman tersangka dan tersangka lupa mengembalikan handphone korban.

“Dari pemeriksaan, tersangka berdalih lupa mengembalikan handphone. Akan tetapi, saat diminta hp tersebut sudah tidak ada. Diduga sudah dijual,” terang Suharyanto.

Merasa aksinya berjalan lancar, tersangka akhirnya mengulangi lagi selang beberapa minggu dengan korban, Luqman Azis (20) warga Sukoharjo. Dengan menggunakan modus yang sama, tersangka berhasil menggondol handphone milik korban.

“Jadi, aksi yang dilakukan sebanyak dua kali. Handphone hasil penipuan itu sudah dia jual,” ungkapnya.

Merasa ditipu, kedua korban melaporkan kasus tersebut ke Polsek Serengan. Tak butuh waktu lama bagi Polisi membekuk tersangka. Pasalnya, kedua korban mengenal tersangka.

Hingga akhirnya, pada 23 April lalu tersangka berhasil dibekuk dan digelandang ke tahanan Mapolsek.

“Korban dan tersangka ini kenal. Makanya, mau meminjamkan handphone milik mereka. Tak disangka, malah dibawa kabur dan dijual,” jelasnya.

Selain menangkap tersangka, Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sepeda motor Honda Scopy warna putih AD 5795 ZH yang digunakan untuk melancarkan aksi kejahatan.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 372 tentang penggelapan dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun penjara.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge