0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kasus Korupsi Dana PIP, Kejari Siapkan 9 JPU dan 54 Saksi

Tersangka kasus korupsi dana PIP usai menjalani pemeriksaan di Kejari Solo  (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Sebanyak sembilan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan 54 saksi disiapkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo terkait kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) Program Indonesia Pintar (PIP) 2016. Kasus tersebut menyeret seoang karyawan Bank BRI Cabang Jalan Slamet Riyadi, Solo yang bertugas sebagai teller berinisial NH (45).

“Berkas sudah selesai kami persiapkan. Kemarin sudah kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang,” terang Kasi Tindak Pidana Khusus Kejari Solo, Suyanto, Jumat (27/4) siang.

Terkait saksi yang akan diajukan ke meja hijau dalam kasus tersebut, Suyanto mengaku memang lumayan banyak. Saksi yang diajukan meliputi para guru SMK penerima bantuan PIP sebanyak 38 orang, tujuh siswa dan perwakilan BRI sebanyak sembilan orang.

“Saksi nantinya juga dibawa ke Semarang untuk memberikan kesaksian di hadapan Majelis Hakim,” katanya.

Seperti diketahui, tersangka NH bertugas sebagai teller di BRI Cabang Kota Solo. Melalui dirinyalah, pencairan dana PIP dapat dilakukan SMK yang ada di Kota Solo. Akan tetapi, meski syarat dan ketentuan telah disetorkan oleh pihak sekolah kepada tersangka, namun pencairan dana PIP belum dapat dilakukan. Hal ini mengundang kecurigaan pihak sekolah hingga kasus ini mencuat.

Berdasar data yang dimiliki Kejari Solo, uang yang digelapkan tersangka sebesar Rp 725,5 juta itu seharusnya dibagikan kepada 1.039 siswa miskin dari 32 SMK di Kota Solo.

Terkait kasus tersebut, tersangka NH dijerat dengan Pasal Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal (3) Undang-Undang (UU) RI Nomor 31/1999 Jo Nomor 20/2001, tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 dan Pasal 64 ayat 1 KUHP tentang Perbuatan Berlanjut dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge