0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Penyanyi Rap Meksiko Larutkan Mayat 3 Mahasiswa Dalam Cairan Asam

QBA. (infoglitz.com)

Timlo.net—Seorang penyanyi rap Meksiko mengaku membuat mayat tiga mahasiswa perfilman dengan melarutkannya dalam cairan asam, ujar jaksa negara bagian. Penyanyi itu bernama Christian Palma Gutiérrez atau dikenal sebagai QBA. Dia mengaku dibayar 3000 peso per minggu oleh kartel obat the Jalisco New Generation.

Para penyelidik berkata jika QBA memberitahu mereka, dia pernah melakukan hal serupa sebelumnya. Penyanyi rap itu akan dikenai dakwaan penculikan. QBA mengaku jika seorang teman merekrutnya untuk bekerja bagi kartel tiga bulan sebelum dia ditahan.

“Dia ikut serta dalam tiga pembunuhan sebelumnya,” ujar kepala penyelidik Lizette Torres dilansir dari BBC, Kamis (26/4).

Sejauh ini, QBA dan seorang tersangka lainnya ditahan dalam hubungannya dengan penculikan dan pembunuhan tiga mahasiswa itu. Polisi masih mencari lima tersangka lainnya. Ketiga mahasiswa itu diculik pada 19 Maret di kota Tonalá, sebelah barat negara bagian Jalisco, Meksiko. Mereka diculik sekelompok pria yang menyamar sebagai polisi saat mobil mereka mogok di jalan.  Ketiganya adalah Javier Salomon Aveces Gastelum, Jesus Daniel Diaz dan Marco Avalos. Semuanya berusia 20 tahunan. Para penyelidik berpikir jika kartel salah mengira jika ketiganya adalah anggota geng musuh.

Ketiganya merekam sebuah peternakan yang dikelola anggota kartel. Saat itu anggota kartel itu sedang menunggu bos geng musuh mereka. Setelah diculik, Javier Salomón Aceves Gastélum diinterogasi sembari disiksa oleh para anggota kartel. Saat dia mati karena dipukuli, mereka memutuskan membunuh dua temannya juga. QBA menerima telepon pada malam yang sama dengan perintah untuk membuang mayat ketiganya.

QBA adalah penyanyi rap Meksiko. Dia memiliki sebuah saluran video di YouTube. Salurannya itu memiliki hampir 125 ribu pelanggan. Dia saat ini sedang diinterogasi polisi untuk bukti-bukti lainnya.

Video musik yang dia bintangi biasanya direkam di lingkungan kumuh di Guadalajara, ibukota negara bagian Jalisco. Video-videonya biasanya menampilkan anak-anak muda memegang senjata api dan memakai obat terlarang.

Salah satu video menunjukkan seorang pria bersimbah darah, berbaring di lantai dengan tangannya terikat. Meksiko mengalami tahun dengan kekerasan yang paling parah pada 2017. Ada lebih dari 25 ribu pembunuhan, ujar pihak berwenang. Angka ini merupakan angka tertinggi dalam sejarah modern negara itu. Organisasi kejahatan bertanggung jawab terhadap 90 persen pembunuhan itu.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge