0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pembuat #2019gantipresiden di Struk Rekening Listrik Akhirnya Minta Maaf

Timlo.net — Warga Kota Pekanbaru, Riau, yang membuat kehebohan dengan membuat foto bukti pembayaran token listrik bertuliskan #2019gantipresiden pada aplikasi pesan Whatsapp akhirnya meminta maaf. Pemilik usaha loket pembayaran token listrik yang menyertakan #2019gantipresiden, Angga, di Pekanbaru, Kamis (26/4), mengaku menyesal atas perbuatannya tersebut.

Permintaan maafnya tersebut disampaikannya langsung kepada pihak PLN, yang diakuinya sempat datang tak lama berselang setelah foto pada grup whatsapp pada 25 April tersebut menjadi viral.

“Saya menyesal. Ini hanya bentuk luapan emosi saya saja,” ucap Angga saat ditemui di kiosnya yang berada di Jalan Kapau Sari Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.

Angga mengatakan apa yang ia lakukan tersebut semata hanyalah sebagai bentuk kekecewaannya terhadap Pemerintah Indonesia yang dinilai sangat tidak pro-rakyat. Hal tersebut lantaran berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah saat ini dinilai semakin memperburuk kondisi ekonomi masyarakat.

Lebih jauh Angga mengungkapkan bahwa tulisannya yang di lampirkan pada struk pembayaran rekening listrik tersebut tidak ada hubungannya dengan PLN sebagai penyedia layanan listrik. Hal tersebut diakuinya kemudian lantaran media yang dipilih untuk menyuarakan kekecewaannya ialah struk token pembayaran rekening listrik yang dinilainya mampu diterima langsung oleh masyarakat.

“Lagian saya bukanlah yang pertama membikin tagline itu. Tapi ya sudah. Bagaimanapun saya memang bersalah,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Humas/Supv Ad Umum PLN Area Pekanbaru I Komang Sudarsana, menegaskan bahwa pihak PLN sama sekali tidak memiliki hubungan apa-apa dengan hashtag yang dilakukan oleh Angga. Gomang mengatakan bahwa pihaknya telah menanyakan kepada Angga soal perbuatannya tersebut dan memerintahkan Angga untuk segera menghentikan penggunaan #2019gantipresiden pada struk pembayaran rekening listrik masyarakat.

Komang menghawatirkan bahwa apa yang dilakukan Angga tersebut akan memprovokasi masyarakat dan menimbulkan kegaduhan dikalangan masyarakat nantinya. Kendati demikian sampai saat ini pihak PLN masih belum memberikan sanksi apapun kepada Angga atas perbuatannya tersebut. Kendati demikian, untuk langkah pertama yang ditempuh pihaknya ialah mengimbau agar Angga segera menghentikan penggunaan tanda pagar dengan imbauan yang dinilai sebagian pihakn cukup provokatif.

“Belum ada tindakan tegas. Yang jelas PLN itu netral,” tandas Komang.

Sumber : Antara

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge