0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Atap Ruang Penyimpanan Kereta Keraton Roboh

Atap Gedong Kereta bagian Timur roboh (timlo.net/heru gembul)

Solo — Atap Gedong Kereta bagian Timur roboh sekitar pukul 11.00 WIB, Rabu (25/4). Beruntung atap yang roboh tidak menimpa beberapa kereta kuda yang disimpan di dalamnya. Kereta-kerata peninggalan raja-raja Kasunanan Surakarta tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi.

“Begitu mendengar informasi dari warga, kami langsung lihat ke lokasi,” kata salah satu kerabat Keraton KP Eddy Wirabhumi saat dihubungi Timlo.net melalui telephon.

Atap gedung yang berfungsi untuk menyimpan kereta-kereta kuda milik Keraton Surakarta itu roboh separuh di bagian Timur seluas kira-kira 12 meter persegi. Ruang penyimpanan kereta kuda bersejarah itu dibagi menjadi dua ruangan. Ruang sebelah timur yang atapnya roboh masih menyimpan dua kereta yaitu Kyai Warsiki dan Kyai Retno Juwito serta lemari yang digunakan untuk menyimpan perangkat kereta. Di dalamnya terdapat pelana, tali kekang, serta atribut sais pengemudi kereta.

“Kami langsung bertindak dengan menyangga sisa atap dengan kayu. Takutnya nanti kalau hujan akan bertambah berat. Kita sangga supaya tidak roboh,” kata dia.

Sayangnya, upaya darurat tersebut dihentikan oleh seseorang yang mengaku diutus GKR Pakubuwana XIII, istri raja Keraton Surakarta. Petugas terpaksa meninggalkan lokasi karena bangunan tersebut langsung dikunci.

“Setelah itu kita tidak tahu lagi bagaimana kondisinya. Seharusnya kan diamankan dulu bagian-bagian yang masih bisa digunakan. Itu belum sempat kita lakukan,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge