0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Peserta UNBK Dapat Jatah Nasi Bungkus, Ini Sumber Anggarannya

Peserta UNBK SMPN 2 Wonogiri sebelum masuk ruangan kelas makan nasi bungkus. (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Setiap digelar ujian nasional  (UN) di SMPN 2 Wonogiri, khususnya UNBK, peserta UN sebelum masuk ruang  mendapatkan jatah  nasi bungkus dari sekolah.Hal demikian sudah berlangsung selama dua tahun,melalui pembiayaan dana BOS.

“Untuk peserta UNBK kali ini sebanyak 256 siswa dibagi menjadi tiga sesi,” ujar Kepsek SMPN 2 Wonogiri, Tarmo Golik, Selasa (24/4).

Menurut Tarmo, pemberian nasi bungkus kepada peserta UNBK sudah dilakukan dua kali ini,sebelumnya di lakukan di tahun 2017 silam. Lantaran sekolahnya menerapkan sistem ujian berbasis komputer,maka peserta yang mendapatkan nasi bungkus peserta sesi kedua dan ketiga,sedang peserta sesi pertama setelah UN kelar, mereka langsung pulang.

“Karena anak dikondisikan datang ke sekolah lebih awal. Berbeda dengan peserta sesi kedua dan ketiga karena menunggu sesi pertama berakhir kan kasihan kalau lapar, bisa-bisa pas gilirannya mengerjakan UN tidak fokus. Yang penting bisa buat ganjel weteng,” kata dia.

Lebih lanjut Kepsek SMPN 2  ini mengatakan, untuk menyediakan nasi bungkus selama UNBK digelar yakni mulai Senin-Kamis(23-26/4),pihaknya mengeluarkan biaya puluhan juta rupiah. Menurut dia, penggunaan dana BOS tersebut tidak melanggar regulasi. Pasalnya, hal demikian untuk kepentingan siswa.

“Untuk pengadaan nasi bungkus selama empat hari dan semua persiapan sejak sebelum UN digelar total anggarannya sekitar Rp 24 juta,” jelasnya.

Ditambahkan, anggaran itu pun termasuk honor untuk pengawas UN. Dimana masing-masing pengawas Rp 100 ribu dalam seharinya.

“Semua sudah sesuai Juknisnya. Memang bagi pengawas mendapatkan honor. Tapi kami sebagai panitia ya ibarat kata sambatan (gotong-royong),” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge