0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Cegah Diare, Kodim Buatkan 9 Jamban Warga Desa Bendo 

Program jambanisasi TMMD Sengkuyung I tahun 2018 di Desa Bendo, Kecamatan Sukodono, Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Kodim 0725/Sragen membuatkan jamban untuk sembilan warga di Dukuh Nginggil, Desa Bendo, Kecamatan Sukodono. Langkah ini untuk mengantisipasi menularnya penyakit diare, akibat perilaku buang air besar (BAB) sembarangan yang masih terjadi di desa setempat.

“Sampai hari Selasa ini, dari sembilan jamban yang kami buat, delapan unit sudah selesai 100 persen dan tinggal satu unit lagi,” kata Danramil 13/Sukodono Kapten Arh Jumadiyono, mewakili Dandim 0725/Sragen Letkol Arh Camas Sigit Prasetyo, Selasa (24/4).

Kapten Jumadiyono menjelaskan, dampak penyakit yang paling sering terjadi akibat BAB sembarangan ke sungai adalah escherichia coli. Yaitu merupakan penyakit yang membuat orang terkena diare. Setelah itu bisa menjadi dehidrasi, lalu karena kondisi tubuh turun maka masuklah penyakit-penyakit lain.

Untuk mengantisipasi penyakit tersebut dan menekan angka kematian akibat diare, Kodim 0725/Sragen melalui Program TMMD Sengkuyung I tahun 2018 menyisipkan program jambanisasi bagi warga Desa Bendo yang belum memiliki jamban.

Menurutnya, sembilan warga penerima bantuan program jambanisasi itu tersebar di empat dukuh, yaitu Dukuh Nginggil 4 unit jamban, Dukuh Sampang 2, Dukuh Cangaan 2 dan Dukuh Mayah 1 unit jamban.

Kapten Arh Jumadiyono memastikan, pada Selasa ini sembilan unit jamban sudah bisa diselesaikan. Kemudian pihaknya tinggal fokus pada persiapan  upacara penutupan TMMD Sengkuyung I yang direncanakan pada Kamis (3/5) mendatang.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge