0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Sosok Kartini Penentang Politik Candu Pertama di Indonesia

Seminar dalam rangka Hari Kartini di pendapa Kabupaten Wonogiri (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Di masa penjajahan Belanda, Kartini mengkritik soal politik candu (Narkoba). Kritikan tajam itu ditulis dalam sebuah surat yang dikirimkan kepada teman-temannya di Belanda. Kumpulan surat-surat Kartini itu dirangkum dalam sebuah buku berjudul Kartini, Sebuah Biografi yang ditulis Soeroto tahun 1979.

“Sosok Kartini tidak hanya memperjuangkan pendidikan, emansipasi wanita dan harkat martabat manusia. Kartini ternyata juga melayangkan kritikan tajam terhadap politik candu di zaman penjajahan Belanda,” ujar Motivator antinarkoba dari Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sukoharjo, Agus Widanarko di Pendopo Rumdin Wonogiri, Senin(23/4).

Menurut Danar, kritikan itu terbilang sangat tajam mengingat pada zamannya belum ada yang berani berbuat demikian. Hal demikian, juga berarti Kartini merupakan perempuan pertama yang tercatat dalam sejarah sebagai penentang candu atau narkoba di Indonesia.

“Dia zaman tersebut Kartini sudah mengetahui dampak buruk candu atau narkoba yang merupakan upaya Belanda untuk menghancurkan generasi Indonesia,” kata dia.

Ditambahkan, peran perempuan menurutnya sangat penting untuk menjaga generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Dia mencontohkan kasus yang dialami salah seorang temannya yang pernah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Selepas ke luar dari penjara, sang ibu tetap menerima dan mengarahkan temannya tersebut hingga kini menjadi seorang guru BK disebuah sekolah.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge