0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Warga Terdampak Proyek Embung Tirtonadi Transit di Rusunawa

Solo — Ratusan hunian di bantaran Kali Anyar, Kelurahan Nusukan yang terdampak pembangunan Embung Karet Tirtonadi bertahap dibongkar sesuai kebutuhan pelaksana proyek. Sebagian penghuni bantaran tersebut mendapat fasilitas dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk tinggal sementara di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Putri Cempo, Mojosongo selama rumah baru mereka di Boyolali dibangun.

“Sudah banyak yang menempati (Rusunawa). Tapi tidak semua. Sebagian ada yang dapat kontrakan atau numpang ke rumah keluarga,” kata Wakil Ketua Kelompk Kerja (Pokja) Relokasi Kelurahan Nusukan, Trihono saat berbincang dengan wartawan di Balaikota Solo, Senin (23/4).

Menurutnya saat ini pembangunan hunian baru untuk warga terdampak proyek Tirtonadi masih berlangsung. Awal April lalu lahan yang sudah dibeli untuk membangun rumah baru bagi warga sudah diurug dengan bantuan dari Pemerintah Kota Solo. Diharapkan dalam waktu dua atau tiga bulan ke depan warga sudah bisa menempati rumah-rumah tersebut.

“Kami diberi waktu tiga bulan untuk tinggal sementara di Rusunawa,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Sewa Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperum KPP), Toto Jayanto mengatakan warga menempati Rusunawa selama tiga bulan tanpa dipungut biaya sewa. Hal itu sesuai dengan instruksi Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo yang memberi fasilitas kepada warga terdampak.

“Sewanya gratis. Tapi listrik dan air tetap membayar langsung ke PLN dan PDAM,” kata dia.

Saat ini, hampir semua bangunan di Kelurahan Nusukan yang terdampak proyek tersebut dibongkar. Dari 195 hunian yang ada, tinggal 13 bangunan yang masih berdiri. Pembongkaran terus dilakukan seiring dengan proses pembangunan Embung Karet yang diproyeksikan menjadi regulator ari sungai Kali Pepe dan Kali Anyar itu.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge