0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Memori Otak Bisa Diputar Ulang Setelah Orang Meninggal

Ingatan diputar setelah meninggal. (dailystar.co.uk)

Timlo.net—Para peneliti menemukan jika ingatan kita meninggalkan tanda genetis yang jelas dan unik pada otak. Tanda ini bisa diputar bahkan setelah orang meninggal. Itulah yang diklaim oleh sebuah tim peneliti di Israel minggu lalu.

Penemuan ini mirip dengan teknologi pada program fiksi ilmiah seperti Black Mirror. Dalam program itu, para penyelidik bisa merekam dan memainkan kembali ingatan tersangka, tulis Daily Star.

Jika penelitian para ilmuwan itu berhasil, ke depannya para polisi bisa membaca dan memutar ulang ingatan korban pembunuhan. Dan polisi bisa mengetahui siapa pelaku pembunuhan itu. “Ide penelitian ini luar biasa. Anda harus memperolehnya dengan sangat cepat, karena protein mulai menurun dalam hitungan menit setelah kematian,” ujar Dr. Clea Warburton dari the University of Bristol kepada New Scientist.

“Mungkin tidak akan memberikan informasi lebih banyak dibandingkan yang dapat diperoleh ilmuwan forensik yang baik, tapi saya tidak akan terkejut jika akan ada film tentang hal ini,” tambahnya.

Penelitian itu dilakukan oleh para peneliti dari the Hebrew University di Yerusalem, Israel. Mereka ingin tahu bagaimana otak menyimpan memori dalam hubungan baru di antara neuron. Otak melakukannya dengan menggunakan protein baru, yang dikendalikan oleh gen.

Penelitian baru itu menemukan pengalaman berbeda menciptakan perubahan berbeda pada aktivitas gen di dalam otak tikus. Untuk mengujinya, tim peneliti membuat tikus menjalani pengalaman positif dan negatif.

Hal ini termasuk membuat mereka sakit, memberikan mereka makanan, menyetrum mereka dan memberikan kokain. Setelah sejam, tikus itu disuntik mati. Tim itu lalu melihat jenis gen yang terekspresi pada tujuh bagian otak yang berbeda. Bagian otak itu digunakan untuk formasi memori termasuk hippocampus dan amygdala.

Beberapa kejadian memicu reaksi yang sama dengan yang lain. Dr. Ami Citri dari the Hebrew University di Yerusalem, anggota tim peneliti, berkata penelitian itu untuk melihat pembentukan memori pada tikus.

Keakuratan hasil penelitian lebih dari 90 persen. Para peneliti menemukan jika binatang menyimpan ingatan baik dan buruk dengan cara berbeda. Tapi mereka punya beberapa kesamaan umum. “Itu sangat bernuansa—kita bisa memisahkan beragam pengalaman berbeda,” ujar Dr. Ami kepada New Scientist.

“Setiap ingatan yang disandikan memiliki input unik pada otak dalam hal gen yang menyala untuk membuka sandi itu,” tambahnya. Para peneliti berharap keberhasilan penelitian ini bisa diterapkan pada hewan yang hidup. Dan pada akhirnya pada manusia.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge