0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pendaki Gunung Merbabu Keluhkan Pungli

Para pendaki menikmati Puncak Gunung Merbabu, (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Sejumlah pendaki Gunung Merbabu yang melalui jalur pendakian Gancik Hiltop, Dusun Selo Duwur, Desa Selo, Boyolali mengeluhkan pungutan sebanyak dua kali yang dilakukan warga. Apalagi pungutan tersebut tanda disertai dasar yang jelas.

“Dua kali tadi harus bayar,pertama Rp 2.500 kemudian ditarik lagi Rp 5.000, tidak besar sih, tapi kok tidak seperti restribusi lain,” kata Akfi Manurung, pendaki asal Lampung Tengah.

Dimana, menurut Akfi, biasanya setelah membayar akan di atas seperti di Basecamp resmi lainnya. Namun kali ini hanya menerima karcis saja. Keluhan yang sama juga disampaikan pendaki melalui Medsos facebook atas nama Slamet Saidi, Sumber Kencono. Dalam akunya, Slamet mempertanyakan adanya pungutan liar (Pungli) yang dibiarkan begitu saja oleh Balai Taman Nasional Gunung Merbabu.

“Bukan masalah nominal, tapi apakah pungutan tersebut sudah sesuai aturan, lalu kemanakah uangnya,” tulisnya.

Dalam tulisanya tersebut, Slamet menyarankan pihak berwenang untuk mengelola restribusi secara bersama-sama sehingga pengelolaannya bisa lebih baik. Dimana bisa dimanfaatkan untuk kegiatan konservasi alam Gunung Merbabu.

Menanggapi adanya pungutan, Kasubag Tu BTNG Merbabu, Johan Setiawan, mengatakan pungutan tersebut di luar kewenangan pihaknya. Menurut Johan, dari keterangan warga, pungutan tersebut didasari Peraturan Desa (Perdes).

“Lha ya itu, prakteknya memaksa pendaki harus beli tiket dulu, bahkan pendaki diarahkan melalui jalur yang bukan jalur pendakian resmi,” kata Johan Setiawan, Senin (23/4)

Agar tidak berkepanjangan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak berwajib. Sebelumnya, diakui pihaknya sudah melakukan pendekatan dengan warga.

Terpisah, pengelola wisata Gancik Hiltop, Joko Budianto, membantah telah melakukan Pungli. Pasalnya, penarikan restribusi murni didasari Perdes yang mengatur kawasan wisata Gancik.

“Sudah jadi peraturan, siapa yang masuk kawasan Gancik dikenai restribusi,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge