0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Cipta Kondisi Jelang Ramadan, Penyakit Masyarakat Disikat Habis

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Penyakit Masyarakat (Pekat) menjadi perhatian khusus bagi Polresta Solo menyongsong Bulan Suci Ramadan. Pihak Kepolisian terus menggalakkan operasi pekat yang menyasar pada minuman keras (miras), perjudian hingga prostitusi.

“Kami sudah memerintahkan pada jajaran untuk memberantas segala bentuk tindakan pekat. Upaya ini sebagai salah satu langkah, agar tercipta suasama nyaman, aman dan kondusif saat memasuki Bulan Ramadan nanti,” terang Kapolresta Solo, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo baru-baru ini.

Beberapa waktu lalu, pihaknya telah menyita sebanyak 500-an botol miras bermerk tanpa dilengkapi izin edar dari sejumlah tempat hiburan malam di Kota Solo. Selain itu, razia terus dilakukan untuk menekan peredaran miras di Kota Solo.

Begitu juga dengan perjudian. Warga masyarakat dihimbau untuk segera melapor, jika ditemukan tindakan pekat yang terjadi diwilayah mereka.

“Untuk prostitusi, juga akan kita tindak. Segala tindakan pekat, tidak akan diberi ruang di Kota Solo,” tegas Kapolresta.

Sementara itu, Jajaran Unit Reskrim Polsek Jebres menangkap seorang penjual miras jenis ciu di Kampung Mijen RT 01/ RW 07 Sudiroprajan, Jebres, Solo pada Sabtu (21/4) malam. Seorang penjual miran, bernama Aristanto (24) beserta barang bukti tiga botol miras diamankan aparat.

“Tersangka ini seorang penjual miras di kampungnya. Kami mendapat laporan, masyarakat mengaku resah. Lalu, kami tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Hasilnya, tersangka dan barang bukti tiga botol miras kami amankan,” terang Kapolsek Jebres, Kompol Juliana.

Terkait upaya yang dilakukan itu, Juliana mengaku, penanggulangan Pekat menjadi perhatian khusus di wilayah Polsek Jebres. Pasalnya, segala bentuk kejahatan dimulai dari menenggak minuman setan tersebut.

“Karakteristik wilayah berbeda-beda. Untuk Jebres ini kan peredaran miras. Maka dari itu, untuk mengantisipasi hal tidak diinginkan, faktor penyebabnya kita tekan semaksimal mungkin,” jelasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge