0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ahmad Basarah Sebut Medsos Punya Dampak Lebih Buruk daripada Televisi

Ahmad Basarah (sumber: mpr.go.id)

Timlo.net – Dampak buruk informasi yang bertebaran di media sosial (medsos) diklaim bisa lebih buruk ketimbang yang disajikan di layar kaca (televisi). Pasalnya, semua informasi bisa masuk dengan bebas tanpa ada filter.

“Yang tidak kalah penting adalah dampak yang ditimbulkan lewat medsos, apalagi belakangan ini makin mudah diakses lewat gawai. Medsos ini juga punya pengaruh luar biasa pada masa depan anak jika tidak diawasi dengan benar oleh orang tua,” kata Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah di Malang, Jawa Timur, Sabtu (21/4).

Sedangkan televisi, kata politikus PDI Perjuangan itu, bisa memberi dampak positif, baik sebagai media hiburan maupun pendidikan, namun jika tidak diwaspadai dengan benar tayangan di layar kaca ini bisa memberi efek buruk juga, terutama bagi anak-anak.

Setiap hari, lanjutnya, anak-anak menonton acara TV selama 4-5 jam. Jika tanpa ada bimbingan orang tua, apalagi sampai lengah, dampaknya luar biasa bagi anak-anak, meski tayangan di TV selama ini sudah ada yang mengawasi yaitu KPI.

Sementara di medsos, katanya, belum ada pengawasnya, sehingga diperlukan kehadiran ibu untuk menjalankan tugas mengawasi penggunaan medsos oleh anak-anak di gawai masing-masing.

“Inilah tantangan ibu-ibu sebagai ‘Kartini’ di era digital. Ibu-Ibu wajib mengawasi gencarnya informasi lewat medsos,” ujarnya.

Ia mengemukakan Kartini modern memang tak hanya identik dengan sanggul dan konde. Sosok “Kartini” di era digital sekarang punya tanggung jawab lebih besar, terutama untuk mengawal anaknya sebagai generasi penerus bangsa agar memperoleh informasi secara tepat dan benar.

Basarah mencontohkan maraknya kampanye LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender/transeksual) yang banyak bertebaran di masyarakat belakangan juga menyasar generasi muda lewat media sosial.

“Oleh karena itu, ibu-ibu harus lebih hati-hati memberikan gawainya kepada anak-anak. Sebab, saat ini di medsos belum ada hakim, juri, atau pengawasnya,” katanya.

Sumber: Antara

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge