0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

70 Fasilitator MDMC Dikukuhkan Sekaligus Deklarasi Perempuan Srikandi

Saat Pengukuhan Fasilitator Srikandi (foto: Tyo Eka)

Sukoharjo – Sebanyak 70 Perempuan anggota Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah dikukuhkan sebagai fasilitator penanggulangan Bencana atau Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) sekaligus deklarasi Srikandi, di Lapangan Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (21/4). Mereka dikukuhkan setelah mengikuti pelatihan selama sepekan di Jepara.

“Pengukuhan ini sengaja selain untuk memperingati hari Kartini dan hari Kesiapsiagaan Bencana. Karena semangat Kartini menginpirasi untuk menjadikan perempuan tangguh, siap siaga, apalagi Indonesia merupakan kawasan rentan bencana,” ungkap Wakil Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah, Dr. Rahmawati Husen kepada wartawan, di sela-sela acara.

Oleh karena itu, kata Rahmawati, tidak hanya kaum laki-laki aja yang siap siaga terhadap bencana, tetapi perempuan sering kali justru rentan terhadap bencana, dan sering kali pertama menjadi terdampak, karena sering banyak di rumah mengurusi rumah tangga dan keluarga yang di rumah.

“Inilah kenapa perempuan perlu memiliki kapasitas apa yang mesti dan bisa dilakukan, punya kesadaran, pengetahuan terhadap bencana,” ujar Wakil Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah.

Untuk menjadi anggota penanggulangan bencana, menurut Rahmawati, memang melalui pelatihan dasar, yang meliputi teori dan praktek, seperti tehnik-tehnik evakuasi, penyelamatan dan sebagainya.

“Fasilitator tersertifikasi LSP khusus Penanggulangan Bencana. Artinya memiliki kemampuan dan keterampilan,” ujarnya.

Lebih lanjut Rahmawati mengatakan MDMC ditetapkan oleh Muhammadiyah sejak tahun 2010. Untuk menjadi MDMC selain mengikuti pelatihan, juga setelah pelatihan mendapat sertifikat.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge