0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Satpol Batal Bongkar Eksekusi Hunian Liar di HP 105

Kepala Satpol PP Solo, Sutarjo (dok.timlo.net/red)

Solo — Surat Peringatan (SP) III untuk pemilik hunian liar di lahan Hak Pakai 105 Jebres Tengah urung dilayangkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo. Surat peringatan terakhir itu sedianya dilayangkan Jumat (13/4) pekan lalu.

“Kalau sudah ada yang mau membongkar sendiri kan nggak usah pakai SP III to,” kata Kepala Satpol PP, Sutarjo, Jumat (20/3).

Dibanding pekan lalu, sikap Satpol PP ini bertolak belakang. Sebelumnya Satpol menyatakan akan segera melayangkan SP III tiga hari setelah penerbitan SP II. Bahkan Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP, Agus Sis Wuryanto menegaskan pembongkaran paksa 23 hunian liar di lahan Solo Techno Park (STP) itu tinggal menunggu instruksi walikota saja.

Sutarjo mengatakan pihaknya harus berhati-hati menerbitkan SP III. Sebab surat itu memiliki konsekuensi Satpol PP harus membongkar paksa hunian liar milik warga itu. ia juga mempertimbangkan adanya sejumlah warga yang bersedia pindah dari lahan tersebut. Menurut Sutarjo, saat ini sudah ada lima warga yang menerima ganti rugi dari Pemkot Solo. Ia memastikan akan ada lagi warga lain yang menyusul.

“Kalau bisa tidak ada eksekusi. Mudah-mudahan ada kesadaran warga untuk membongkar sendiri rumahnya,” kata dia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo beberapa waktu lalu. Ia meminta warga bersedia meninggalkan lahan tersebut dengan suka rela.Pemkot sendiri telah menawarkan ganti rugi berupa ongkos bongkar dan transport ke hunian yang mereka inginkan. Bahkan pemilik hunian liar ber-KTP Solo dapat mengajukan permohonan tinggal di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa).

“Sudah kita beri kesempatan tidak mau ya sudah. Kita buldoser sekalian,” kata Rudy.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge