0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pengakuan Dukun Palsu, Dapat Ilmu Telan Paku dari Ayahnya

Tersangka dukun palsu saat rekontruksi di Polres Sragen (timlo.net/agung widodo)

Sragen — Polres Sragen menggelar rekontruksi kasus penipuan yang dilakukan dukun palsu bernama Suprapto (45) Warga Dukuh Tegalan RT 04, Desa Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali. Tersangka melakukan sejumlah adegan mulai dari pertama kali bertemu korban hingga terbongkarnya kasus penipuan tersebut.

“Pelaku melakukan beberapa adegan yang mengambarkan aksinya di tempat kejadian perkara di Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe, Sragen,” kata Kasat Reskrim AKP Yuli Monasoni, mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, Jumat (20/4).

Yuli menerangkan, aksi penipuan tersebut dilakukan di Dukuh Bukuran RT 10 Dan RT 11, Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe, Sragen. Tak tanggung-tanggung korban penipuan yang dilakukan dukun palsu tersebut berjumlah 11 orang.

Penipuan tersebut dilakukan dengan cara memberikan minyak yang dikatakan tersangka sebagai minyak cendono keraton. Dua korban diantaranya diminta menelan paku warna emas dan rumahnya diberikan jimat-jimat, sehingga korban merasa percaya dan tertipu.

Dalam rekontruksi di lapangan Mapolres, pelaku melakukan adegan dari awal saat dirinya datang ke rumah salah satu korban dengan mengendarai sepeda motor untuk membetulkan jaringan listrik.

Adegan lainnya, pelaku ngobrol dengan korban, pasangan suami-istri, kalau dirinya orang pintar dan korban percaya dengan memberikan sejumlah uang sebesar Rp 2.900.000. Pasutri itu juga diminta untuk menelan paku berwarna emas dengan menggunakan pisang.

Kasat Reskrim juga menyampaikan, kasus ini akan terus di dalami untuk mengetahui kemungkinan masih ada korban lainnya.

”Masih perlu kita dalami barang kali masih ada korban yang lain, tersangka dijerat dengan pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” jelasnya.

Sementara, tersangka Suprapto kepada wartawan mengaku, aksi kejahatan tersebut baru dilakukan pertama kali ini. Dirinya mendapatkan kepercayaan tanam paku ke tubuh korban dengan pisang tersebut dari almarhum ayahnya.

“Baru saja beberapa bulan, saya yakin ilmu ini dari bapak dulu, tapi bapak sudah almarhum,” ujarnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge