0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Sebelum Vonis, Setnov Enggan Bersaksi di Kasus Lain

Setya Novanto (Setnov) (sumber: dpr.go.id)

Timlo.net – Terdakwa korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto (Setnov) enggan bersaksi dalam kasus lain sebelum dirinya divonis. Dijadwalkan, sidang vonis akan digelar pada 24 April 2018 mendatang.

“Sesuai agenda sebelumnya pemeriksaan saksi atas nama Setya Novanto. Di sini sudah kami kirim panggilan, tetapi saksi memberikan surat yang menyampaikan kepada kami untuk disampaikan dalam persidangan yang memohon maaf tidak bisa menghadiri sidang karena mempersiapkan duplik untuk putusan yang sedang dihadapi,” kata jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Takdir Suhan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat (20/4).

Seharusnya Setnov menjadi saksi untuk terdakwa dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, yang didakwa bekerja sama dengan advokat Fredrich Yunadi untuk menghindarkan Ketua DPR Setnov diperiksa dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi KTP-elektronik.

“Mohon ditunda sidang minggu depan,” tambah jaksa Takdir.

Hakim Makhfudin pun akhirnya menunda sidang hingga Senin pekan depan.

“Ditunda hingga 23 dan 27 April untuk sidang lanjutan,” kata ketua majelis Mahfudin.

Seusai sidang, jaksa Takdir mengatakan bahwa duplik seharusnya disampaikan sebelum putusan.

“Putusan seharusnya sudah mencakup tuntutan, pledoi, replik dan duplik, tapi saksi Setnov menyampaikan ini melalui pengawal tahanan kepada jaksa,” kata Takdir seusai sidang.

Untuk sidang Senin (23/4), Takdir mengaku Jaksa Penuntut Umum belum akan menghadirkan Setnov sebagai saksi karena ia belum dijatuhi vonis yang rencananya akan dibacakan pada Selasa (24/4).

“Senin kami masih akan menggali kondisi medis yang terjadi pada dilakukan penyidikan kepada Setnov karena saat itu statusnya masih sebagai tersangka dan bagaimana Setnov tidak mematuhi panggilan penyidik,” tambah Takdir.

Takdir mengatakan bahwa JPU masih akan menghadirkan 10 saksi lagi dalam sidang Bimanesh.

“Termasuk saksi dari penyidik KPK yang menjadi subjek saat mengalami, merintangi penyidik, tindakan apa saja yang dilakukan terdakwa sehingga melakukan perbuatan merintangi,” ungkap Takdir.

Saksi lain yang akan dihadirkan adalah ahli hukum dan ahli medis.

Mantan Ketua DPR Setnov dituntut 16 tahun penjara ditambah denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan karena dinilai terbukti melakukan tindak pidana korupsi pengadaan e-KTP tahun anggaran 2011-2012.

Sumber: Antara

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge