0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Aniaya Pelajar, Preman Kampung Mabuk Dibekuk

Tersangka Faisal Akbar Nugroho saat diamankan di Mapolresta Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Lantaran menganiaya bocah di bawah umur hingga kritis, Faisal Akbar Nugroho (19) harus merasakan dinginnya jeruji besi. Remaja asal Kelurahan Ketelan, Kecamatan Banjarsari, Solo ini nekat menusuk korbannya dengan menggunakan taring babi yang dimodifikasi menjadi kalung.

“Tersangka ini dikenal preman di lingkungan tempatnya tinggal,” terang Kapolresta Solo Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, Jumat (20/4) siang.

Peristiwa ini bermula saat korban, AKR (15) asal Kelurahan Timuran, Kecamatan Banjarsari melintas di Kawasan Hotel Sahid Jaya pada Selasa (3/4) lalu. Disaat yang bersamaan, tersangka bersama rekannya berinisial F dan T sedang menenggak minuman keras (Miras). Entah karena masalah apa, tersangka yang telah hilang setengah kesadarannya itu langsung menghentikan korban di tengah jalan. Hingga akhirnya, tersangka memukuli korban.

Tak sampai di situ, tersangka juga memukul korban dengan menggunakan kayu dan melempari menggunakan batu. Parahnya lagi, sebuah pot yang ada di pinggir jalan juga dihantamkan ke tubuh korban.

“Saat korban tidak berdaya, tersangka menusuk menggunakan taring babi dengan panjang sekitar 15 centimeter yang dia pakai menjadi kalung,” jelas Kapolresta.

Setelah puas menghajar korban, tersangka yang dikenal sebagai preman kampong itu juga menyuruh dua rekannya untuk turut serta melakukan tindak penganiayaan. Dua rekan tersangka yang sudah dalam pengaruh Miras itu akhirnya tunduk dan mau melaksanakan perintah tersangka.

“Saat kondisi tidak berdaya itu, korban masih dihajar dua orang rekan tersangka berinisial F dan T yang saat ini masih buron,” kata Kapolresta.

Selain menangkap tersangka, Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya potongan kayu, batu bata, pot pecah, dan taring babi yang dimodifikasi menjadi kalung sepanjang 15 centimeter.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 80 ayat (3) UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Undang-Undang Perlindungan Anak (UUPA) dengan ancaman hukuman maksimal lima belas tahun penjara.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge