0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tanpa Surat yang Sah, Belasan Balita Dideportasi dari Malaysia

Ilustrasi Paspor Indonesia (wikimedia commons)

Timlo.net — Sebanyak 13 anak ikut dideportasi ke Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, oleh pemerintah Malaysia karena tertangkap bersama orang tuanya tanpa menggunakan dokumen keimigrasian yang sah.

Kepala Unit Tempat Pemeriksaan Imigrasi Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan Nasution di Nunukan, Kamis (19/4), membenarkan data yang diterimanya dari Konsulat Jenderal RI Kota Kinabalu Negeri Sabah (Malaysia) terdapat 13 anak yang ikut dideportasi bersama orang tuanya.

Ke-13 anak itu terdiri tujuah perempuan dan enam laki-laki yang usianya masih di bawah 10 tahun.

“Sebenarnya dalam surat KJRI KK (Kota Kinabalu) ada 14 anak yang dideportasi tapi satu orang dibatalkan pemulangannya,” ujar dia.

Nasution menyatakan pemulangan WNI Bermasalah kali ini sebanyak 194 orang terdiri 149 laki-laki, 32 perempuan dan 13 anak-anak berasal dari Sandakan Negeri Sabah.

Sebelum WNI Bermasalah yang dideportasi terlebih dahulu menjalani hukumannya di Pusat Tahanan Sementara (PTS) Sibuga Sandakan dengan kasus keimigrasian (paspor) sebanyak 139 orang, kasus narkoba 57 orang dan kasus pencurian dua orang.

Kemudian kasus keimigrasian (paspor) terbagi lagi masing-masing lahir di Malaysia sebanyak 30 orang, pernah memiliki paspor namun hilang atau kadaluwarsa 27 orang, pernah memiliki paspor dengan izin tinggal telah berakhir sebanyak 15 orang dan bekerja secara ilegal 65 orang.

Berdasarkan data dari KJRI Kota Kinmabalu, kata Nasution, sebagian besar masih berkeinginan bekerja di Negeri Sabah dengan berbagai alasan.

Namun Kepala BP3TKI Kabupaten Nunukan, Kombes Pol Ahmad Ramadhan di Terminal Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Kamis (19/4) mengatakan, WNI Bermasalah yang dideportasi ini ditampung di rusunawa Jalan Ujang Dewa Kelurahan Nunukan Selatan.

Selama ditampung, akan dilakukan pemisahan berdasarkan kelompok yakni berkeinginan kembali bekerja di Malaysia, memutuskan pulang kampung halaman dan berkeinginan mencari pekerjaan di Nunukan.

Sumber : Antara

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge