0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ingin Cepat Kaya, Sejumlah Warga Rela Telan Paku Emas

Tersangka Suprapto, dukun palsu diperiksa petugas Polsek Kalijsmbe (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Lantaran ingin cepat kaya, nyawa sebelas warga Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe, Sragen nyaris terenggut gara-gara menelan paku emas. Mereka terbuai oleh rayuan Suprapto (45) warga Ngemplak, Boyolali yang mengaku sebagai dukun sakti.

Aksi tersebut terbongkar setelah salah satu korban, Amirah (48), warga Desa Bukuran RT 10, melapor ke Polsek Kalijambe, Rabu (18/4).

“Aksi nekat nyaris merenggut nyawa seorang warga Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe berinisial A, selanjutnya menguak 10 orang korban dukun palsu lainnya yang juga warga Desa Bukuran,” kata Kapolsek Kalijambe AKP Marsidi, mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, Kamis (19/4).

Amirah melapor ke polisi didampingi suami dan warga lainnya yang menjadi korban dukun abal-abal tersebut. Tak hanya merugi jutaan rupiah, namun aksi nekat ingin cepat kaya ini, nyaris merenggut nyawa mereka.

AKP Marsidi mengungkapkan, peristiwa berawal sekitar bulan Oktober 2017 lalu, saat pelaku, Suprapto datang ke rumah salah satu warga di Desa Bukuran untuk memperbaiki listrik. Sembari bekerja, pelaku mengaku kalau dirinya bisa menyembuhkan orang sakit dan mendatangkan rejeki, serta menangkal santet.

Pucuk dicinta ulam tiba, kabar tersebut terdengar oleh Amirah yang memang berniat ingin cepat kaya. Sebulan kemudian korban menemui pelaku untuk memperlancar usahanya dalam mencari rejeki dadakan tersebut.

Pada pertemuan yang pertama bulan Februari 2018 lalu, korban tanpa ragu membayar mahar sebesar Rp 300 ribu untuk membeli minyak cendono dari keraton. Selang dua hari pelaku datang lagi kerumah korban untuk meminta uang senilai Rp 300 ribu dengan alasan sama, untuk membeli minyak cendono keraton.

Tiga hari kemudian datang dan meminta uang senilai 500 ribu dengan alasan sama, selang empat hari pelaku datang lagi dan meminta uang senilai Rp 600 ribu, keesokan harinya meminta tambahan uang Rp 400 ribu, selang semalam meminta lagi uang senilai Rp 400 ribu.

Kemudian tiga harinya lagi meminta uang senilai Rp 200 ribu, namun kali ini untuk membeli paku berwarna emas. Sementara dalam ritualnya, pelaku menyuruh korban dan suaminya menelan paku berwarna emas tersebut masing-masing satu biji dengan menggunakan pisang.

Namun pada sore harinya, korban bukannya menjadi kaya mendadak, malahan dia muntah-muntah dan mengeluarkan paku tersebut. Hal sama juga dialami suami korban yang merasakan sakit pada perutnya.

Lantaran merasa tertipu, korban dan suaminya kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Kalijambe. Akibat ulah dukun palsu ini, korban harus menderita kerugian sebesar Rp 2,9 juta, belum lagi merasakan sakit selama menjalani ritual.

Sementara dalam pemeriksaan yang dilakukan Unit Reskrim Polsek Kalijambe, ternyata pelaku tak hanya memperdaya Amirah saja. Sebanyak 10 orang warga setempat juga pernah menjadi korban dukun palsu ini, dengan kerugian masing-masing korban ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

“Korban kini akan dijerat dengan ancaman pidana sebagaimana di maksud dalam pasal 378 KUHP tentang penipuan,” terang AKP Marsidi.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge