0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Hari Tari Dunia, Solo Sajikan 5000 Penari Gambyong

Latihan tari Gambyong dalam rangka Hari Tari Dunia di Stadion Sriwedari Solo (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Kota Bengawan kembali akan mengukuhkan eksistensinya di jagad kebudayaan. Salah satunya adalah partisipasi Kota Solo dalam peringatan Hari Tari Dunia yang diperingati pada 29 April setiap tahunnya. Kali ini Solo bakal menyajikan Tari Gambyong secara massal, yang akan ditarikan oleh sebanyak 5000 orang.

“Ada sekitar 5000 orang yang akan mengikuti acara peringatan Hari Tari Dunia ini,” ungkap Kabid Kesenian Sejarah dan Sastra, Solo, Maretha Dinar Cahyono, Kamis (19/4).

Maretha menerangkan, ke-5000 penari tersebut diambil dari sekolah-sekolah dan sanggar tari. Selain itu juga melibatkan profesional muda, penggiat kesenian, dan pemerhati kebudayaan.

“Mulai usia 12 tahun, hingga tak ada batasan. Yang jelas semuanya mau berlatih bersama, karena ada konfigurasi-konfigurasi yang akan dibawakan,” ujarnya.

Dalam mewadahi Gambyong Masal teraebut, ajang hari bebas kendaraan (Car Free Day) dipilih sebagai panggung. Mulai dari simpang empat Gladak, hingga simpang empat Pasar Pon.

Gelaran yang akan disajikan pada Minggu (29/4) itu akan menyajikan 3 komposisi tari. Diantaranya Tari Gambyong Tiga WMP karya Nanuk Rahayu dengan komposer Blacius Subono, Tari Gambyong Pareanom karya Ngaliyan, dan Tari Pergaulan yang akan mengajak seluruh penonton untuk ikut menari dengan ditandai pengalungan sampur ke para penonton untuk ikut menari.

“Kita harapkan semua penonton bisa turut menari, sehingga lebih meriah acara Hari Tari Dunia di Kota Bengawan,” kata dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge