0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

53 Perguruan Tinggi Ikuti Praloknas FKPTPI di UNS

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Ir Syukur Iwantoro MS MBA saat menyampaikan pemaparan (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Sebanyak 94 peserta dari 53 perguruan tinggi mengikuti Pra Lokakarya Nasional (Praloknas) Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) Badan Kerjasama (BKS) wilayah Timur, di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS), selama dua hari berturut-turut hari Rabu-Kamis, 18-19 April 2018.

“Tema yang diketangahkan adalah Peran Keanekaragaman Hayati dalam Mendukung Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia,” ungkap Dekan Fakultas Pertanian UNS Prof Dr Bambang Pujiasmanto MS kepada wartawan, di sela-sela acara, Rabu (18/4).

Tema ini dipilih, menurut Bambang, berdasarkan pemikiran mengenai potensi dan peran strategis sektor pertanian dalam rangka mendukung swasembada pangan dan peran Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Prof Dr Bambang Pujiasmanto mengatakan, pertanian di Indonesia memiliki peran sangat penting dikarenakan sektor pertanian melibatkan 35% dari total tenaga kerja dan berkontribusi sebesar 13.6% GDP Indonesia. Sektor pertanian bahkan berkontribusi hingga lebih dari separuh GDP, jika keseluruhan rantai pasok dari hulu ke hilir dilibatkan. Selain dalam bidang ekonomi, pertanian Indonesia juga berperan penting dalam hal penyediaan pangan, sandang, energi dan produk turunannya. Sehingga pemerintah Indonesia menetapkan visi berupa Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia di tahun 2045.

Menurut Bambang, cita-cita menjadikan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia di tahun 2045 sangat potensial untuk diwujudkan antara lain dikarenakan beberapa faktor. Pertama, hal ini didukung oleh ekosistem tropis Indonesia yang memungkinkan kegiatan pertanian dilakukan sepanjang tahun.

Kedua, adanya variasi genetik tumbuhan yang dimiliki Indonesia. Indonesia dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang sangat kaya, antara lain tanaman pangan, binatang ternak, bacteria dan indigenous knowledge dalam pengolahan pangan baik yang sudah ada maupun yang belum banyak digali. Hal tersebut ditambah lagi dengan adanya improved varieties untuk komoditas pangan dan ternak. Ketiga, potensi mewujudkan lumbung pangan juga semakin besar dengan aktivitas ekstensifikasi dan intensifikasi kegiatan pertanian dalam arti luas.

Potensi sumberdaya yang sangat besar di bidang pertanian, menurut Bambang, tidak akan dapat digali dan dimanfaatkan tanpa pengelolaan yang efektif. Hal tersebut dapat terwujud dengan adanya kolaborasi dan sharing pengalaman, pengetahuan serta teknologi terbaru dalam bidang pertanian. Untuk itu, pada kegiatan nasional ini diharapkan dapat menjadi wadah diskusi dan diseminasi kajian atau hasil penelitian terbaru dalam bidang pertanian dari hulu ke hilir yang melibatkan pemangku kepentingan, pakar, peneliti, akademisi, dan praktisi. Pengelolaan keanekaragaman hayati yang akan didiskusikan pada seminar ini meliputi proses pemuliaan, budidaya, pasca panen, pemasaran, agribisnis, agroindustri, hingga penyampaian teknologi kepada masyarakat.

Pemaparan makalah utama disampaikan oleh Ir Syukur Iwantoro MS MBA (Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian) dengan tema “Kebijakan Pemerintah dalam Mewujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia tahun 2045”, Prof Dr Titin Handayani MSi. (Profesor riset bidang produksi tanaman dan holtikultura Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi BPPT) dengan tema “Riset-riset Terkini dalam Rangka  Pencapaian Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia”.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge