0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ini Alasan Panwaslu Terbitkan Rekomendasi Pelanggaran Kadisdik Klaten

Kepala Dinas Pendidikan Klaten Sunardi (seragam batik PGRI) (dok.timlo.net/ist)

Klaten — Kehadiran Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Klaten ke acara safari politik Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berbuntut panjang. Meski berdalih memantau netralitas aparatur sipil negara (ASN), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Klaten tetap mengeluarkan rekomendasi dugaan pelanggaran.

“Intinya dari klarifikasi beliau (Sunardi- red) melanggar aturan untuk ASN-nya yakni terkait unsur netralitas ASN,” kata Ketua Panwaslu Klaten Arif Fatkurakhman, Rabu (18/4).

Menurut Arif, Sunardi selaku ASN sekaligus Kadisdik Klaten tidak seharusnya mendatangi kegiatan bertajuk Forum Komunikasi dengan Paguyuban Sahabat Petani Klaten yang digelar di Rumah Joglo, Desa Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan pada Sabtu (7/4) lalu. Meskipun saat klarifikasi dia beralasan memantau kemungkinan kehadiran ASN di lingkungan Disdik Klaten.

“Itu kan rapat internal. Di situ banyak bendera parpol, kegiatan internal partai (Partai Demokrat —Red). Yang diundang adalah pendukung- pendukung partai itu sendiri. Beliau dengan datang ke situ secara tidak langsung mengatakan bahwa ‘saya pendukungnya’,” tandasnya saat ditemui, di sela Rapat Pleno Daftar Pemilih Tetap (DPT), di Aula KPU Klaten.

Diberitakan sebelumnya, Kadisdik Sunardi mengaku datang ke acara safari politik Ketua Umum Partai Demokrat SBY yang dihelat di kediaman Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Klaten One Krisnata itu hanya sekedar memantau. Ia menyebut, barangkali ada guru maupun ASN di lingkungan Disdik Klaten yang menghadiri acara tersebut.

“Sebetulnya hari itu saya roadshow ke tempat yang akan saya hadiri untuk menyampaikan sambutan. Kebetulan lewat di situ saya mampir. Karena hari itu libur, saya juga ingin melihat apakah ada teman teman, baik ASN atau guru yang mungkin ada di situ. Meskipun itu acara untuk kelompok tani, saya ingatkan agar hati hati,” cerita Sunardi kepada wartawan usai klarifikasi di Kantor Panwaslu Klaten beberapa waktu lalu.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge