0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pabrik Tuak Merah Ditutup Paksa

ilustrasi (sumber: Pixabay)

Timlo.net — Polres Mataram, Nusa Tenggara Barat, telah menutup paksa rumah produksi minuman keras tradisional jenis tuak merah/berem milik salah seorang warga di Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, karena melanggar hukum.

Kapolres Mataram AKBP Muhammad, di Gerung, Selasa (17/4), mengatakan penutupan rumah produksi minuman keras tradisional tersebut dilakukan oleh tim Operasi Pekat Gatarin 2018 yang melakukan operasi penindakan pada Senin (16/4).

“Kami mengamankan satu orang pemilik rumah produksi bersama dengan barang bukti berupa 3.000 liter tuak yang dikemas dalam 70-an ember,” katanya usai mengikuti apel peringatan Hari Ulang Tahun ke-60 Kabupaten Lombok Barat.

Ia mengatakan upaya penertiban industri rumahan yang memproduksi minuman keras tradisional dalam rangka menjaga kondusivitas daerah menjelang bulan puasa Ramadan dan pemilihan kepala daerah serentak.

Pemilihan kepala daerah serentak digelar pada 27 Juni 2017. Selain memilih calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, warga Kabupaten Lombok Barat juga akan memilih calon bupati dan wakil bupati.

Lebih lanjut, Muhammad menambahkan tindakan penertiban juga dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap penegakan peraturan daerah tentang larangan memproduksi dan memperdagangkan minuman keras tradisional tanpa izin.

“Ada tiga kecamatan yang menjadi produsen minuman keras tradisional di Lombok Barat, yakni Gunungsari, Lingsar, dan Narmada. Semuanya di wilayah hukum Polres Mataram,” ujarnya.

Selain melakukan penertiban, Polres Mataram juga terus menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah terkait penertiban para pedagang minuman keras tradisional tanpa izin, terutama di wilayah Kota Mataram.

Muhammad mengatakan komunikasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama juga terus dilakukan. Pihaknya memberikan pemahaman bahwa jangan karena alasan agama boleh memperdagangkan minuman keras tradisional secara ilegal.

“Kami juga sudah membangun komunikasi bahwa minuman keras itu hanya sebagai syarat, tapi oleh oknum tertentu disalahgunakan. Makanya kita lakukan penertiban bersama satuan polisi pamong praja,” ucapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak lagi menjadi produsen dan memperdagangkan minuman keras tradisional karena kepolisian berkomitmen memberantas kegiatan tersebut hingga ke akar-akarnya.

Sumber : Antara

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge