0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kasus Jual Beli Pasar Klewer, Begini Tanggapan Polisi

Kios Pasar Klewer Solo (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Kasus jual beli Pasar Klewer yang saat ini tengah menjadi sorotan banyak pihak juga mendapat perhatian dari Polresta Solo. Pihak Kepolisian siap menelusuri jika ada laporan tertulis dari pihak yang merasa dirugikan.

“Tapi tentunya, harus dilihat dari unsurnya terlebih dahulu. Apakah ada unsur pidananya, atau melanggar dari Perda Pemkot Solo yang telah ditentukan semata,” terang Wakapolresta Solo AKBP Andy Rifa’i, Selasa (17/4) siang.

Sebelumnya, sebuah kios di Pasar Klewer ditawarkan di sebuah situs jual beli online seharga Rp 2 miliar lebih. Praktis jual beli kios tersebut menjadi perhatian banyak pihak. Selain harga yang fantastis, penjualan kios di Pasar Klewer juga dilarang oleh pihak Pemkot Solo. Pemilik kios Pasar Klewer harusnya mengantongi Surat Hak Penempatan (SHP) dari pihak terkait. Jika sampai diperjualbelikan, maka pemilik SHP akan ditindak tegas hingga pencabutan SHP.

Terkait hal tersebut, pihak Polresta Solo belum menerima laporan resmi. Berbeda dengan kasus pungutan liar (Pungli) yang ditangani di Pasar Klewer pada tahun 2017 silam.

Menurut AKBP Andy Rifa’i, kasus tersebut lebih kepada pelanggaran Perda (Peraturan Daerah) yang dilanggar oleh orang yang menawarkan kios tersebut kepada pihak yang lain.

“Jika unsurnya melanggar Perda, maka penanganannya di ranah Pemkot. Bukan pada kami,” jelasnya.

Sementara, dari penelusuran yang dilakukan Timlo.net, jual beli kios di Pasar Klewer lazim dilakukan ‘di bawah tangan’. Akan tetapi, tidak pernah ada yang memperjualbelikan melalui online. Artinya, banyak praktek yang dilakukan antara pemegang SHP dengan pihak lain dalam praktek jual beli kios Pasar Klewer dilakukan secara langsung.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge