0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Setelah Delapan Tahun, Labuhan Ageng di Gunung Lawu Kembali Digelar

Para abdi dalem Keraton Ngayogyakarta membawa uba rampe Labuhan Agung di Lawu (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Keraton Yogyakarta melakukan labuhan ageng di Gunung Lawu, Senin (16/4). Prosesi sakral dalam rangka Tingalan Jumenengan Dalem Sri Sultan HB X itu dengan melarung ubo rampe milik Sultan di puncak Lawu atau Hargo Dumilah.

“Dinamakan labuham ageng karena dilaksanakan delapan tahun sekali atau bertepatan tahun dal. Kalau tahun sebelumnya, labuhan alit. Bedanya, labuhan alit hanya di tiga tempat yaitu Parangkusumo, Merapi dan Lawu, namun untuk labuhan ageng ditambah dengan Dlepih, Wonogiri,” kata utusan Keraton Ngayogyakarta Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Widyo Dipuro.

Ubo rampe yang dibawa abdi dalem keraton dibawa ke rumah dinas bupati Karanganyar pada Senin pagi. Usai beramah tamah dengan pejabat pemkab, rombongan beranjak ke padepokan Nano di Tawangmangu. Di sana, diterima Camat Tawangmangu Rusdiyanto. Rencananya, ubo rampe itu diangkut abdi dalem yang bertugas usai menerima secara estafet, menuju puncak Lawu pasa Selasa (17/4) dini hari.

“Prosesi labuhan sendiri merupakan upaya menghilangkan hal-hal negatif yang diwakilkan dalam wujud ubarampe untuk kemudian dilabuh agar dapat menjadi lebih baik,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge