0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Mahasiswa IAIN Lirik Saham Perdana BRI Syariah

Sosialisasi pasar modal yang dilakukan BEI Solo di kampus IAIN Surakarta (timlo.net/setyo pujis)

Solo — Ratusan mahasiswa dari Fakultas ekonomi dan bisnis IAIN Surakarta mulai tertarik melakukan investasi di pasar saham. Mereka langsung melakukan pembelian, setelah sebelumnya mendapatkan sosialisasi dari BEI Solo mengenai pasar modal.

“Dari dulu pengen beli saham bank tapi yang syariah. Pas ini ada perusahaan besar punya pemerintah dan syariah. Makanya saya mau beli,” kata mahasiswa semester VI IAIN Surakarta,  Nur Hayati (21) kepada wartawan,  Senin (16/4).

Hal sama juga dilakukan mahasiswa lainnya. Tri Amalia (20) mengaku tertarik  membeli saham BRI Syariah karena merupakan saham perdana atau saham yang pertama kali ditawarkan oleh perusahaan.

“Beli saham di pasar sekunder sudah pernah. Ini kesempatan membeli saham perdana, artinya kalua nanti dapet, saya jadi pemilik pertama kali kan,” ungkapnya.

Kepala BEI Solo M Wira Adibrata mengatakan tujuan diselenggarakannya acara sosialisasi ini adalah untuk mengenalkan sejak dini kepada mahasiswa terkait perusahaan go public, bagaimana prosesnya dan bagaimana cara bertransaksi di pasar perdana. Selama kegiatan berlangsung, lanjut dia, sedikitnya ada 200 mahasiswa yang langsung melakukan transaksi.

“Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa menjadi lebih paham apa itu pasar perdana dan bagaimana cara mendapatkan saham pertama kali dari perusahaan,”paparnya.

Sementara itu Kepala Cabang BRI Syariah Solo, Halomoan Marpung dalam pemaparannya mengatakan, saat ini BRI Syariah sedang melakukan masa penawaran saham perdana sampai 20 April mendatang.

“Pemesanan sudah dapat dimulai pada 5-20 April, dengan range harga Rp 505-Rp 650 per sahamnya,” kata dia.

Dari prospectus yang ada, BRI Syariah berencana melepas sahamnya sebanyak 2.623.350.600 lembar saham. Jika harga nanti adalah Rp 550 per saham, artinya BRI Syariah akan mendapatkan tambahan modal sekitar Rp 1,6 Triliun.

Hasil dana tersebut, akan dialokasikan 80 persen untuk ekspansi pembiayaan, 12,5 persen untuk belanja modal terkait dengan infrastruktur TI dan 7,5 persen untuk pengembangan jaringan.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge